Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ilmuwan Tiongkok Kembangkan Terobosan Teknologi "Tato Es" untuk Organisme

📅 Rabu, 14 Mei 2025, 17:22 WIB | Oleh:
Ilmuwan Tiongkok Kembangkan Terobosan Teknologi "Tato Es" untuk Organisme Doc: Istimewa
Ket. Tardigrada, makhluk kecil berukuran kurang dari 1 milimeter yang dikenal sebagai "beruang air" (water bear), karena daya tahannya yang ekstrem.

BEIJING - Para ilmuwan Tiongkok telah berhasil menggunakan teknologi ukiran es untuk menciptakan pola skala nano yang tepat pada organisme hidup untuk pertama kalinya, menurut Universitas Westlake di Provinsi Zhejiang, Tiongkok timur.

"Tato" mikroskopis ini menunjukkan presisi yang sangat tinggi dan biokompatibilitas yang sangat baik, membuka peluang baru bagi pengembangan perangkat nano dan robot mikro medis. Hasil penelitian tersebut telah dipublikasikan dalam jurnal Nano Letters.

"Pendekatan inovatif ini menggantikan bahan fotoresis konvensional dengan es," ungkap Yang Zhirong, penulis utama penelitian tersebut. "Sinar elektron mengukir pola secara langsung pada lapisan es, menghindari kontaminasi dari penghilangan resistansi dan memungkinkan penerapan biologis." Es yang digunakan dapat berupa air beku atau senyawa organik beku.

Para peneliti memilih tardigrada, makhluk kecil berukuran kurang dari 1 milimeter yang dikenal sebagai "beruang air" (water bear), karena daya tahannya yang ekstrem. Organisme ini mampu bertahan hidup dalam kondisi ekstrem, termasuk suhu ekstrem, dehidrasi, radiasi, dan lingkungan beracun.

Dalam sebuah eksperimen, para peneliti terlebih dahulu menempatkan tardigrada ke dalam kondisi kriptobiotik, yaitu kondisi di mana metabolisme mereka hampir berhenti. Setelah itu, mereka kemudian melapisi tardigrada dengan lapisan es organik berskala nano khusus. Setelah terpapar sinar elektron, es tersebut membentuk pola padat yang stabil pada tubuh tardigrada dalam suhu ruangan.

Uji lanjutan menunjukkan "tato" tersebut tetap utuh bahkan ketika diregangkan, direndam dalam pelarut, atau dikeringkan.

"Terobosan ini dapat mendorong kemajuan sensor mikroba, perangkat yang terinspirasi dari alam dan robot mikro hidup," ujar Yang. "Di masa depan, kami dapat menerapkan teknologi pengukiran es pada bakteri dan virus, menggabungkan sistem hidup dan mekanis guna meningkatkan kinerja." Ant/Xinhua

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.