Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Siapa Takut? Zelenskyy akan Menunggu Putin di Turki

📅 Senin, 12 Mei 2025, 11:47 WIB | Oleh:
Siapa Takut?  Zelenskyy akan Menunggu Putin di Turki Doc: Istimewa
Ket. Tantangan presiden Ukraina muncul setelah Donald Trump memintanya untuk menerima tawaran Moskow untuk berunding langsung di Istanbul.

KYIV - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menuntut Rusia untuk mematuhi gencatan senjata yang dimulai pada hari Senin (12/5) dan menantang Presiden Vladimir Putin untuk bertemu langsung guna melakukan perundingan perdamaian di Istanbul pada hari Kamis . 

Dari The Guardian, komentar tersebut disampaikan pada hari Minggu setelah presiden Rusia menolak permintaan Ukraina dan sekutu Eropa untuk menandatangani gencatan senjata selama 30 hari, tetapi mengatakan Rusia siap untuk melakukan perundingan langsung dengan Ukraina di Turki.

"Kami menunggu gencatan senjata penuh dan berkelanjutan, mulai besok [Senin], untuk menyediakan dasar yang diperlukan bagi diplomasi," kata presiden Ukraina dalam sebuah pernyataan . 

"Tidak ada gunanya memperpanjang pembunuhan. Dan saya akan menunggu Putin di Turki pada hari Kamis. Secara pribadi. Saya berharap kali ini Rusia tidak akan mencari-cari alasan."

Tidak jelas apakah Zelenskyy mengkondisikan kehadirannya di Istanbul pada gencatan senjata hari Senin, dan tidak ada komentar langsung dari Kremlin mengenai apakah Putin akan hadir . 

Pada dini hari Minggu, Putin telah menolak usulan Kyiv dan sekutu-sekutunya di Eropa untuk gencatan senjata selama 30 hari , dan sebaliknya menuntut perundingan langsung dengan Ukraina tanpa prasyarat. Ia tidak mengatakan siapa yang akan hadir.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump telah menekan Zelenskyy untuk menerima tawaran perundingan, dengan mengunggah “LAKSANAKAN PERTEMUAN, SEKARANG!!!” di platform Truth Social miliknya. Komentar Zelenskyy muncul tak lama setelah itu . Trump menulis: “Presiden Putin dari Rusia tidak ingin mengadakan Perjanjian Gencatan Senjata dengan Ukraina, tetapi ingin bertemu pada hari Kamis, di Turki, untuk merundingkan kemungkinan diakhirinya PERTUMBUHAN BERDARAH. Ukraina harus menyetujui ini, SEGERA. Setidaknya mereka akan dapat menentukan apakah kesepakatan itu mungkin atau tidak, dan jika tidak, para pemimpin Eropa, dan AS, akan tahu di mana semuanya berada, dan dapat melanjutkan sebagaimana mestinya!”

Sekutu Ukraina di Eropa bersikeras agar gencatan senjata dilaksanakan sebelum perundingan langsung antara Kyiv dan Moskow. Tawaran Rusia untuk berunding langsung dengan Ukraina merupakan "pertanda baik" tetapi "jauh dari cukup", kata Kanselir Jerman Friedrich Merz pada hari Minggu. 

"Kami berharap Moskow menyetujui gencatan senjata yang memungkinkan perundingan nyata berlangsung. Pertama-tama senjata harus dibungkam, baru kemudian diskusi dapat dimulai," katanya dalam sebuah pernyataan. 

Presiden Prancis Emmanuel Macron juga bersikeras tentang "perlunya gencatan senjata", kata Istana Élysée seraya menambahkan bahwa Macron telah berbicara sebelumnya pada hari Minggu dengan rekan-rekannya dari Jerman, Inggris, dan Polandia, serta Trump dan Zelenskyy.

Kyiv pada hari Minggu mengatakan bahwa Moskow telah meluncurkan lebih dari 100 pesawat nirawak ke Ukraina pada malam hari, tak lama setelah gencatan senjata Rusia selama 72 jam – yang menurut kedua belah pihak tidak dipatuhi dengan benar – berakhir pada tengah malam . “Pada malam 11 Mei (mulai pukul 02.00 dini hari tanggal 11 Mei), musuh menyerang dengan 108 pesawat nirawak serang Shahed dan berbagai jenis pesawat nirawak tiruan,” kata angkatan udara Kyiv, seraya menambahkan bahwa mereka telah menjatuhkan 60 di antaranya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.