Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mengapa Banyak Produk Kosmetik Mengandung Asbes?

📅 Minggu, 11 Mei 2025, 14:57 WIB | Oleh: Tim Penulis

Asbes dalam produk kosmetik

Sebenarnya, belum ada catatan kasus penggunaan asbes secara sengaja di dalam produk kosmetik. Namun, terdapat risiko kontaminasi asbes berukuran sangat kecil dalam mineral talk.

Talk merupakan bahan yang umum digunakan dalam kosmetik, seperti eye shadow, blush on, sampai bedak wajah. Talk digunakan dalam formula kosmetik karena bisa menyerap kelembapan dan antimenggumpal sehingga membuat kosmetik mudah diaplikasikan.

Investigasi BBC pada 2024 menguji delapan sampel kosmetik dengan kandungan talk yang secara bebas diperjualbelikan. Pengujian dilakukan pakai mikroskop elektron transmisi yang sanggup melihat struktur terkecil sebuah materi.

Hasil pengujian menunjukkan terdapat jejak asbes di dua sampel uji.

Batu talk merupakan mineral padat yang diambil dari bumi dan dijadikan bubuk untuk memproduksi talk. Jika diperiksa pakai mikroskop, bentuk talk dan serat asbes sebenarnya mirip.

Keduanya terbentuk dari kondisi geologis serupa, tergolong sebagai mineral silikat, dan terdiri dari elemen kimia yang sama: silikon, magnesium, besi, oksigen, dan hidrogen.

Meski begitu, proses penyusunan senyawa kimia selama pembentukan mineral menyebabkan talk dan asbes memiliki struktur yang berbeda. Perbedaan ini seperti telur orak-arik dengan telur ceplok—yang sama-sama berbahan telur, tetapi memiliki bentuk berbeda karena cara masak yang berbeda.

Hanya saja kemiripan antara asbes dan talk membuat mineral asbes dapat terbentuk dalam endapan mineral talk. Endapan ini bisa berukuran mikroskopis hingga berukuran lebih besar.

Hasil investigasi Reuters yang konsisten dilakukan sejak 1970-an mengungkapkan keberadaan serat asbes di beberapa produk talk yang diperjualbelikan secara bebas

Berisiko bahayakan konsumen

Pada tahun 2022, sekitar 7,3 juta ton talk ditambang per tahunnya. Meski begitu, industri bedak talk kebal terhadap regulasi.

Mereka mengklaim menggunakan teknik difraksi sinar-X untuk mengecek keberadaan asbes. Namun, teknik ini sebenarnya tidak efektif mendeteksi asbes.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

1.5 jam yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.