Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mengapa Banyak Produk Kosmetik Mengandung Asbes?

📅 Minggu, 11 Mei 2025, 14:57 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mengapa Banyak Produk Kosmetik Mengandung Asbes? Doc: The Conversation

Ashley Howkins, Brunel University of London dan Lorna Anguilano, Brunel University of London

Asbes banyak digunakan sepanjang abad ke-20. Zat ini dipakai sebagai bahan bangunan, kampas rem, hingga salju buatan dalam syuting film seperti The Wizard of Oz dan White Christmas.

Namun, asbes merupakan zat pemicu kanker. Penelitian tahun 1960-an menemukan hubungan antara paparan asbes dengan mesotelioma. Ini adalah jenis kanker ganas yang tidak dapat disembuhkan, sering kali menyerang paru-paru, dan bisa menggerogoti perut hingga jantung.

Akibat temuan tersebut, Britania Raya melarang penggunaan asbes sebagai bahan produk, tetapi aturannya baru berjalan pada 1999.

Asbes terbukti menjadi penyebab kemunculan 80% kasus mesothelioma. Namun, kemunculan mesotelioma akibat paparan asbes terbilang rumit, panjang, dan bisa memakan waktu 30-50 tahun lamanya.

Di abad ke-21, beberapa perempuan menuntut perusahaan kosmetik karena terkena mesotelioma akibat asbes.

Bagaimana asbes picu mesotelioma?

Secara geologis, asbes merupakan sekelompok mineral. Hanya saja enam serat asbes diketahui bisa menyebabkan mesotelioma, yaitu krisotil (putih), amosit (cokelat), krosidolit (biru), antofilit, serat tremolit, dan serat aktinolit.

Jika diamati pakai mikroskop, mineral asbes berbentuk sekumpulan serat yang disebut serat asbestiform. Bentuknya serupa tali dan bisa terpecah menjadi serat berukuran lebih kecil.

Proses terpecahnya serat asbes menjadi partikel debu sering terjadi di lokasi konstruksi sehingga zat ini sangat mudah terhirup.

Asbes kemudian bisa masuk ke paru-paru hingga mesotelium—selaput yang melapisi paru, perut, dan jantung. Serat asbes dapat bertahan selama puluhan tahun di mesotelium dan menyebabkan luka berukuran sangat kecil.

Karena menganggap serat asbes sebagai benda asing, tubuh lantas mengirimkan sel imun ke area luka untuk menghancurkan serat asbes. Sayangnya, serat asbes kebal terhadap imun.

Senyawa yang dibawa imun untuk menghancurkan serat asbes justru berbalik menyerang mesotelium dan menimbulkan kanker mesotelioma.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
Tragedi Masalembo Meledak, Menhub Dudy Perintahkan Usut Tuntas Penyebab KM Virgo Transport 8

Tragedi Masalembo Meledak, Menhub Dudy Perintahkan Usut Tuntas Penyebab KM Virgo Transport 8

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.