Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kenikmatan yang Menyesatkan: 9 Makanan Enak Ini Ternyata Bisa Memicu Kanker!

📅 Selasa, 06 Mei 2025, 13:30 WIB | Oleh:
Kenikmatan yang Menyesatkan: 9 Makanan Enak Ini Ternyata Bisa Memicu Kanker! Doc: Freepik
Ket. Ilustrasi makanan penyebab kanker

Martabak manis yang legit, seblak pedas yang menggoda, hingga kopi sachet yang selalu setia menemani malam panjang, semua terdengar nikmat dan sulit ditolak.

Tapi di balik rasa lezatnya, siapa sangka makanan-makanan ini justru bisa menjadi sumber energi bagi sel kanker tumbuh dan berkembang dalam tubuh.

Ini bukan sekadar pernyataan dramatis. Faktanya, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 30–50 persen kasus kanker berkaitan dengan pola makan yang buruk.

Gaya hidup serba cepat dan tren kuliner kekinian membuat banyak dari kita lebih mengutamakan rasa ketimbang nilai gizi.

Padahal, makanan rendah nutrisi namun tinggi gula, lemak jenuh, dan bahan aditif justru menjadi lahan subur bagi pertumbuhan kanker.

Yuk, kenali 9 makanan populer yang tanpa sadar bisa mendukung pertumbuhan sel kanker.

1. Seblak
Lezat, pedas, dan bikin ketagihan. Tapi kombinasi kerupuk, mie instan, sosis, dan kuah gurih biasanya mengandung MSG tinggi, pewarna buatan, dan pengawet. Zat-zat ini dapat memicu peradangan kronis, salah satu penyebab awal munculnya kanker.

2. Bakso
Hangat dan menggugah selera, tapi bakso yang mengandung boraks atau formalin, sering ditemukan pada produk tanpa izin resmi adalah bom waktu bagi kesehatan, terutama sistem pencernaan.

3. Mie Instan
Praktis dan murah, namun kaya sodium, lemak jenuh, serta zat aditif yang jika dikonsumsi berlebihan bisa merusak usus dan lambung, serta meningkatkan risiko kanker.

4. Ayam Goreng
Tepung renyah dan aroma gurihnya menggoda, tapi proses penggorengan suhu tinggi bisa menghasilkan akrilamida, zat yang dikaitkan dengan risiko kanker, terutama jika menggunakan minyak jelantah.

5. Nasi Goreng
Enak dan mengenyangkan, tapi umumnya dimasak dengan banyak minyak, kecap manis, dan saus tinggi MSG. Pola makan seperti ini dapat memicu obesitas hingga kanker pankreas.

6. Martabak
Manis, gurih, dan penuh topping, satu potong martabak bisa mengandung lebih dari 500 kalori. Kandungan gula dan lemak transnya ternyata bisa mempercepat pertumbuhan sel kanker.

7. Sate
Daging yang dibakar gosong menghasilkan senyawa karsinogen seperti HCA dan PAH yang dapat memicu kanker, terutama jika dikonsumsi rutin dalam jangka panjang.

8. Kopi Sachet
Penuh gula, krimer buatan, dan perisa sintetis. Minuman ini bisa menyebabkan resistensi insulin, obesitas, dan meningkatkan risiko kanker hati serta pankreas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Kemenbud Targetkan 7.000 Ca...
Megapolitan
DPRD dan Pemkot Bogor Berha...
Ekonomi
Menkeu Suahasil Lantik 5 Pe...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.