Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Singkawang Luncurkan Program “Peserta” untuk Atasi Stunting, Apa Itu?

📅 Rabu, 07 Mei 2025, 15:51 WIB | Oleh:
Singkawang Luncurkan Program “Peserta” untuk Atasi Stunting, Apa Itu? Doc: ist
Ket. Posyandu

SINGKAWANG- Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (KB) Singkawang ingin mempercepat penurunan stunting melalui program Pengukuran Serentak Balita (Peserta).

"Program ini menjadi suatu dukungan terhadap salah satu program prioritas 100 hari kerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota Singkawang," kata Sekretaris Daerah Kota Singkawang Sumastro, di Singkawang, Kalimantan Barat, Rabu.

Rencananya program Peserta diluncurkan pada tanggal 20 Mei. "Saya berharap ini menjadi bagian perenungan semuanya agar tidak main-main dalam mewujudkan capaian ini,” ujarnya.

Dia menegaskan, setelah tanggal 20 Mei nanti diharapkan semua pilar dari tim percepatan dapat berkomitmen penuh dan bergandengan tangan dalam meningkatkan capaian pengukuran pada tahun ini.

“Setelah tanggal 20 Mei, semuanya harus tancap gas. Jadi, kerja bukan prinsip biasa-biasa tetapi lebih dari tahun lalu. Untuk rekan sejawat di pemerintahan, semangat pilar TNI/Polri harus dapat kita imbangi,” ujarnya.

Dia menjelaskan, berdasarkan data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM), cakupan pengukuran balita di Kota Singkawang rata-rata tahun 2024 berada di angka 46,94 persen. Angka ini tentu masih di bawah target pengukuran nasional yaitu sebesar 90 persen.

“Berulang-ulang saya sampaikan bahwa tidak sulit untuk menjangkau semua daerah Kota Singkawang. Jadi, tidak ada alasan capaian pengukuran tidak bisa ditingkatkan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan dan KB Kota Singkawang Achmad Hardin mengatakan cakupan penimbangan Kota Singkawang pada tahun 2024 berada di peringkat ke-8 dari 14 kabupaten/kota se-Kalimantan Barat.

“Angka ini lebih rendah daripada rata-rata Provinsi Kalimantan Barat yang berada di angka 50,2 persen. Sedangkan persentase balita stunting Kota Singkawang pada tahun 2024 berada di peringkat ke-4 terendah dari 14 kabupaten/kota se-Kalimantan Barat,” katanya.

Dari 171 posyandu yang tersebar di lima kecamatan dan 26 kelurahan, menurut dia, posyandu aktif memberikan pelayanan setiap bulannya untuk 14.491 balita yang terdata di aplikasi e-PPGBM. Namun hingga Maret 2025 cakupan pengukuran di Kota Singkawang baru mencapai 47,64 persen.

“Untuk meningkatkannya, Dinas Kesehatan dan KB tidak bisa sendiri. Tentunya perlu dukungan semua pihak. Hasil yang telah kita capai tahun lalu harus dapat kita tingkatkan, dan yang menjadi catatan kita semoga dapat dikomunikasikan dalam kegiatan ini,” ujarnya.

Menurut dia, meningkatkan cakupan pengukuran balita di Kota Singkawang bukan hanya berdampak untuk pencegahan stunting, tetapi juga mendeteksi secara dini status gizi balita. Jika ditemukan balita dengan permasalahan gizi, maka dapat segera ditangani secara cepat dan tepat.

“Perlu disampaikan juga saat ini kita menduduki peringkat keempat angka gizi buruk di Kalbar. Harapannya dengan capaian pengukuran yang baik kita juga dapat mengintervensi penurunan angka gizi buruk ini,” ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pemutihan Pajak Kendaraan B...
Megapolitan
30 Rumah di Tanah Tinggi Ja...
Megapolitan
Dua WNA Ditemukan Meninggal...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.