Pejabat yang akan Dilantik Diingatkan Gunakan Transportasi Umum
📅 Rabu, 07 Mei 2025, 14:45 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: Andri Widiyanto
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengingatkan para pejabat DKI Jakarta yang akan dilantik pada hari ini di Balai Kota agar menggunakan transportasi umum saat menuju lokasi pelantikan.
Hal ini, kata Pramono, sebagai bagian dari upaya Pemprov dalam memberikan contoh dan mendorong penggunaan transportasi publik di kalangan aparatur sipil negara (ASN).
"Hari ini saya akan melantik lebih dari mungkin 35 atau 40 pejabat di Balai Kota. Saya sudah wanti-wanti, kalau ada pejabat yang datang ke balai kota, ketika mau dilantik, tidak menggunakan transportasi umum, yang seperti itu tidak akan saya lantik," ujar Pramono di Gedung Transport Hub MRT Jakarta-Dukuh Atas, Rabu (7/5).
Pramono menyampaikan, kebijakan ini dijalankan sebagai bentuk komitmen Pemprov DKI untuk menggalakkan penggunaan transportasi umum dan mengurangi kendaraan pribadi.
Pramono menyampaikan bahwa dirinya juga tetap akan menggunakan transportasi umum dalam kegiatan sehari-hari. Ia berharap, penggunaan transportasi umum ini bisa menekan angka kemacetan di Jakarta serta mengurangi polusi udara.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Karena ini bagian dari kita memberikan contoh, saya sendiri saja tetap naik transportasi umum," kata dia.
Sebelumnya, Pramono menegaskan penentuan nama-nama pejabat yang akan dilantik untuk posisi wali kota, kepala dinas, dan kepala biro dilakukan secara profesional dan berdasarkan rekam jejak. Hal ini disampaikannya terkait rotasi wali kota di sejumlah kota administrasi.
Ia menjelaskan, proses pemilihan melibatkan berbagai pihak, baik di dalam maupun di luar balai kota, termasuk Biro Kepegawaian, Kementerian Dalam Negeri, dan DPRD. Pramono memastikan, hampir semua pejabat yang dipilih telah melalui proses pendalaman yang menyeluruh.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Hampir semua yang kita pilih, kita akan tetapkan, mudah-mudahan tidak ada persoalan yang bersifat personal," ungkap Gubernur Pramono.
Menurut dia, pendalaman rekam jejak yang dilakukan tidak berkaitan dengan preferensi politik individu, melainkan fokus pada kemampuan dan kesediaan untuk bekerja secara solid dalam tim.
"Kami ingin orang-orang yang membantu atau menjadi tim balai kota ini, tim yang bekerja dengan solid untuk lima tahun ke depan," pungkas Gubernur DKI Jakarta. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!