Demi Bandung Harus Punya Cerita yang Menginspirasi, Wali Kota Farhan Resmikan Lembur Katumbiri
📅 Selasa, 06 Mei 2025, 14:54 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: Humas Kota Bandung/bandung.go.id
BANDUNG - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, telah meresmikan kawasan wisata tematik Lembur Katumbiri di RW 12, Kelurahan Dago, Kecamatan Coblong. Peresmian ini sebagai bagian dari upaya memperkuat sektor pariwisata berbasis masyarakat.
Farhan menyampaikan apresiasi tinggi atas kolaborasi lintas dinas, komunitas, dan seniman yang menjadikan kawasan ini hidup dengan warna, cerita, dan identitas lokal. Ia menyebut kehadiran Lembur Katumbiri sebagai bukti bahwa pembangunan Kota Bandung kini tak lagi sekadar urusan infrastruktur, tetapi juga mencakup aspek seni, budaya, dan kebersamaan warga.
“Bandung sekarang sedang fokus membangun sektor pariwisata. Bukan hanya Disbudpar, tapi juga Dinas Bina Marga dan SDA ikut menciptakan destinasi. Ini luar biasa. Bahkan mural pun menjadi media narasi yang kuat,” ujar Farhan di Lembur Katumbiri, RW 12 Kelurahan Dago, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Selasa, (6/5).
Farhan mengungkapkan, Pemkot Bandung akan meluncurkan program bertajuk “Bandung Punya Cerita” mulai Agustus hingga perayaan Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) September mendatang.
Program ini mendorong dokumentasi sejarah, cerita rakyat, dan mural bernarasi sebagai bagian dari transformasi wajah kota.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Kita ingin Bandung punya cerita. Jangan sampai kota ini hanya jadi tempat lewat, tapi tak memberi kenangan. Mural di dinding harus punya narasi, seperti yang kita lihat di Leiden, Belanda, dengan puisi Khairil Anwarnya,” ungkap Farhan.
Farhan juga menyinggung pentingnya menjaga keteraturan kota, termasuk penataan PKL dan parkir liar.
Ia berharap Lembur Katumbiri bisa menjadi contoh kawasan wisata lokal yang rapi, inklusif, dan bernilai edukatif.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga, Didi Ruswandi menyebutkan, kawasan ini sebelumnya dikenal sebagai “Kampung Pelangi 200” yang sempat viral pada tahun 2020.
Kini, kampung tersebut direvitalisasi dengan pengecatan ulang 347 rumah menggunakan 504 galon cat senilai Rp190 juta, melibatkan 150 personel lapangan.
“Kita mulai dari luar karena bagian dalam sempat terkendala anggaran. Tapi luar biasa, viral lebih dulu sebelum diresmikan,” ungkap Didi.
Ia juga menjelaskan, Lembur Katumbiri memiliki daya tarik istimewa yaitu lokasi yang strategis dengan view mata elang, serta mural khas karya seniman Kapten John.
Kawasan ini juga telah mengembangkan konservasi ikan endemik, urban farming, dan pasar mingguan melalui kolaborasi dengan DKPP.
Nama Lembur Katumbiri diusulkan langsung oleh warga untuk menggantikan nama sebelumnya, dengan harapan lebih mencerminkan identitas lokal dan menghindari stereotipe.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!