Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Perbedaan Data Kemiskinan Bank Dunia dan BPS: Pemerintah Fokus Upaya Pengentasan

📅 Senin, 05 Mei 2025, 12:15 WIB | Oleh:
Perbedaan Data Kemiskinan Bank Dunia dan BPS: Pemerintah Fokus Upaya Pengentasan Doc: Pribadi/yds
Ket. Kemiskinan di Indonesia menjadi persoalan serius. Kini pemerintah tengah berupaya untuk mengentaskan kemiskinan tersebut.

JAKARTA - Laporan Bank Dunia yang menyebutkan angka kemiskinan di Indonesia mencapai 60,3 persen populasi pada 2024, atau sekitar 171,8 juta jiwa, memicu perdebatan publik. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat 24,06 juta penduduk miskin atau 8,57 persen populasi per September 2024.

Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menjelaskan perbedaan signifikan ini disebabkan oleh perbedaan standar garis kemiskinan yang digunakan.

Bank Dunia menggunakan standar global berdasarkan pendapatan harian per kapita dalam dolar AS PPP (Purchasing Power Parity), sementara BPS menggunakan pendekatan kebutuhan dasar (Cost of Basic Needs/CBN) dengan garis kemiskinan berdasarkan pengeluaran minimum rumah tangga untuk memenuhi kebutuhan makanan dan non-makanan.

Menurut Amalia, Indonesia yang kini berstatus negara berpendapatan menengah ke atas (upper-middle income country) oleh Bank Dunia, menggunakan standar garis kemiskinan 6,85 dolar AS PPP per kapita per hari. Jika dikonversikan, ini setara dengan pendapatan sekitar Rp1,23 juta per bulan per orang, yang jauh lebih tinggi dari garis kemiskinan BPS sebesar Rp595.242 per kapita per bulan.

Meski terdapat perbedaan data, pemerintah Indonesia terus berupaya untuk menekan angka kemiskinan menggunakan metodenya sendiri. Dr. Vivi Alatas, seorang ekonom dari Universitas Indonesia, menekankan pentingnya fokus pada kebijakan yang tepat sasaran.

"Pemerintah perlu memperkuat program-program perlindungan sosial, pemberdayaan UMKM, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Data BPS yang lebih mencerminkan kondisi riil masyarakat Indonesia harus menjadi acuan utama dalam merancang dan mengevaluasi efektivitas kebijakan pengentasan kemiskinan," ujarnya.

Prof. Dr. Almas Sjafrina, seorang ahli kebijakan publik dari Universitas Padjadjaran, pun menyoroti pentingnya pemahaman yang komprehensif terhadap kemiskinan.

"Kemiskinan bukan hanya soal pendapatan di bawah garis tertentu. Pemerintah perlu mengatasi akar permasalahan kemiskinan, termasuk ketimpangan akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan lapangan kerja. Selain itu, penting untuk memperkuat data dan metodologi pengukuran kemiskinan agar kebijakan yang diambil lebih efektif dan tepat sasaran," katanya.

Pemerintah Indonesia diharapkan terus berupaya menurunkan angka kemiskinan sesuai dengan standar nasional, sambil tetap memperhatikan perbandingan data global untuk memahami posisi Indonesia dalam konteks internasional.

Program-program yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat lapisan bawah dan penciptaan lapangan kerja yang layak menjadi kunci utama dalam upaya pengentasan kemiskinan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Piala Dunia, Iran Lawan Selandia Baru, Laga “Pelengkap”

35 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Piala Dunia, Iran Lawan Sel...
Megapolitan
Pemprov DKI Jakarta Siapkan...
Megapolitan
Pembangunan Bogor Akan Mend...
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp75.750/...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Gol Bunuh Diri Selamatkan Belgia dari Kekalahan saat Imbang 1-1 Lawan Mesir

Gol Bunuh Diri Selamatkan Belgia dari Kekalahan saat Imbang 1-1 Lawan Mesir

16 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.