Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Wamenkominfo Nyalakan Alarm Perubahan! Media Harus Inovatif atau Tertinggal!

📅 Minggu, 04 Mei 2025, 19:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Wamenkominfo Nyalakan Alarm Perubahan! Media Harus Inovatif atau Tertinggal! Doc: Antara
Ket. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria.

Jakarta - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mendorong pelaku industri media dan kalangan pers mencari model bisnis baru di tengah dominasi platform digital dalam distribusi informasi serta perubahan perilaku masyarakat lebih banyak mengonsumsi informasi melalui media sosial.

“Jadi bagaimana mencari model bisnis baru buat pers saat ini supaya bisa tumbuh kuat, sehat dan bisa menjalankan tugasnya sebagai pilar keempat demokrasi,” kata dia melalui keterangan resmi, Minggu (4/5).

Ungkapan ini merupakan bentuk perhatian khusus terhadap keberlanjutan media nasional. Menurut Nezar, ada banyak peluang model bisnis baru yang bisa diambil oleh pelaku industri media nasional.

Salah satu model bisnis tersebut, menurutnya, berupa kolaborasi yang konkret untuk mencegah maraknya misinformasi, disinformasi dan hoaks yang menyebar melalui platform media sosial.

“Selain platform media sosial, banyak teknologi baru bermunculan seperti artificial intelligence (kecerdasan buatan) yang dapat menjadi ancaman maupun peluang,” imbuhnya.

Hal ini diungkapkan Wamenkomdigi juga bertepatan pada momentum peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia yang diperingati tanggal 3 Mei setiap tahun, menjadi peluang bagi media nasional agar tetap menjaga jurnalisme berkualitas di tengah gempuran teknologi.

Dia menegaskan, Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 32 Tahun 2024 tentang Tanggung Jawab Perusahaan Digital untuk Mendukung Jurnalisme Berkualitas.

“Pemerintah mencoba menyeimbangkan hubungan antara media yang mengusung jurnalisme berkualitas dengan platform, itu sebabnya kita berharap ini bisa dijalankan setidaknya bisa membuat media bertahan di tengah gempuran teknologi ini,” ujar Nezar.

Lebih lanjut, ia juga berempati terkait badai Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang terjadi di bisnis industri pers dengan harapan permasalahan ini dapat diselesaikan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

“Model yang paling tepat harus di-exercise, harus dicoba. Pilihannya, apakah mau agar mandiri keluar dari proses platform ini ataukah bersama platform berkolaborasi untuk menumbuhkan satu hubungan bisnis yang lebih sehat dan berkelanjutan ke depan,” tutur Nezar Patria.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Menanti Data NFP di AS, 3 Juli 2026

33 menit yang lalu | Rizal Azhari

Ekonomi
Menanti Data NFP di AS, 3 J...
Olahraga
Wimbledon 2026: Sinner Hada...

Mural di Tembok-tembok Percantik Jalan-jalan

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Mural di Tembok-tembok Perc...
Pertamina dan KKP Berkolaborasi Perkuat Pasokan BBM Nelayan Dukung Perikanan Nasional

Pertamina dan KKP Berkolaborasi Perkuat Pasokan BBM Nelayan Dukung Perikanan Nasional

02 Jul 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.