Hindari Demensia! Jenis Tidur Ini Penting untuk Kesehatan Otak
📅 Minggu, 04 Mei 2025, 12:00 WIB | Oleh: Lili LestariSeperti mengungkap hubungan "ayam dan telur", antara tidur dan demensia, dan apakah kurang tidur benar-benar menyebabkannya, kata Dr. Pase. Orang dewasa, terutama Wanita secara alami menghabiskan lebih sedikit waktu dalam tidur nyenyak dan tidur REM seiring bertambahnya usia.
Para ilmuwan sudah tahu bahwa penuaan itu sendiri meningkatkan risiko demensia, tetapi demensia juga cenderung memperburuk tidur. Ada kemungkinan kedua proses itu "saling terkait," katanya.
Tips Tidur Malam yang Lebih Baik
Umumnya sulit untuk menargetkan tahapan tidur tertentu untuk perbaikan, dan seiring bertambahnya usia, para ahli berpendapat mungkin akan lebih sulit untuk mengubah siklus tidur otak. Namun, tidak ada ruginya untuk meningkatkan kebersihan tidur Anda, yang merupakan cara efektif untuk meningkatkan tidur secara keseluruhan, termasuk tidur nyenyak dan tidur REM, kata Dr. Malkani.
Sebaiknya Anda baca juga:
1. Tidur Sekitar 7 Jam
Tidur sekitar tujuh jam setiap malam adalah langkah termudah yang dapat Anda lakukan. Itu memberi otak Anda cukup waktu untuk melewati tahapannya antara empat dan tujuh kali, katanya.
Penelitian menunjukkan bahwa orang yang tidur enam jam atau kurang setiap malam di usia 50-an, 60-an dan 70-an memiliki risiko demensia sebesar 30 persen lebih tinggi di kemudian hari, yang menunjukkan bahwa tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki tidur Anda, kata Bryce Mander, seorang profesor madya psikiatri dan perilaku manusia di Universitas California, Irvine.
Sebaiknya Anda baca juga:
Memiliki waktu tidur dan bangun yang konsisten dapat membantu Anda tertidur lebih mudah, kata Zsofia Zavecz, peneliti pascadoktoral di Adaptive Brain Lab di Universitas Cambridge.
2. Olahraga
Berolahraga dapat membuat Anda tetap aktif secara mental dan meningkatkan aliran darah ke otak, yang membantu dalam pembersihan glimfatik, kata Dr. Nedergaard. Meminimalkan stres juga mempercepat prosesnya, imbuhnya.
3. Sleep Tracker
Bagaimana Anda tahu apakah Anda cukup tidur? Pelacak yang dapat dikenakan atau aplikasi telepon pintar dapat memperkirakan jumlah waktu yang Anda habiskan dalam setiap siklus.
Dr. Malkani mengatakan akan lebih membantu jika Anda bertanya kepada diri sendiri, "Bagaimana perasaan saya saat bangun tidur?" Dan jika Anda terbangun di tengah malam, tanyakan "Berapa lama waktu yang saya butuhkan untuk tertidur kembali?"
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!