Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kisah di Balik Genderang ‘Moko’, Alat Musik Sakral dari Kepulauan Alor-Pantar

📅 Jumat, 02 Mei 2025, 15:00 WIB | Oleh: Tim Penulis

Keunikan ini diperkuat dengan adanya nama ‘individual’ untuk setiap alat, yang menandai kategori tertentu, dengan atribut musikal dan estetis yang berbeda.

Misalnya, ada ‘fiyaai futal’ (dalam bahasa Abui) yang berarti genderang “bunga kemiri”, dan ‘bileeqwea / bileeq-wea‘ (dalam bahasa Abui) atau genderang “darah kadal”.

Semua kelompok etnis di Alor, Pantar, dan daerah sekitarnya menggunakan varian lokal mereka sendiri untuk menamai alat musik. Penamaan ini mencerminkan ritual dan ciri perdagangan masing-masing alat musik.

Meski demikian, penutur asli tidak dapat menjelaskan nama ‘Moko’, beserta asal-usul etimologis dan semantiknya. Mereka sepakat bahwa alat musik ini kemungkinan berasal dari luar kepulauan, tetapi tidak seorang pun mengetahui lokasi persisnya. Ada yang menduga alat itu datang dari Jawa, Makassar, India, Vietnam, atau bahkan Cina, tetapi semua itu hanya asumsi tanpa bukti kuat.

Beberapa mitos lokal dan cerita asal-usul mengisahkan bahwa genderang ‘Moko’ ini ditemukan terkubur di dalam tanah. Konon, genderang yang masa itu dianggap barang berharga disembunyikan di bawah tanah oleh penduduk setempat, agar tidak jatuh ke tangan penjajah atau dibawa pergi oleh orang asing.

Istilah ‘Moko’ diakui luas dan digunakan dalam percakapan sehari-hari oleh penutur bahasa Alor-Pantar, terlepas dari bahasa dan desa mereka. Akan tetapi, hingga kini tidak seorang pun, di antara penduduk setempat, dapat menjelaskan asal usul kata  atau kemungkinan tafsir maknanya. Karena itu, genderang ‘Moko’ masih menjadi teka-teki yang belum terpecahkan dalam khazanah budaya dan bahasa setempat.

Ada kemungkinan bahwa nama ‘Moko’ diciptakan ‘secara internal’, oleh warga Alor dan Pantar sendiri, barangkali berasal dari bahasa ‘Melayu Alor’, yang umum digunakan di kepulauan tersebut sejak abad ke-14, dan kemudian menyebar luas ke luar.

Akan tetapi hipotesis tersebut belum terbukti, dan bisa jadi justru sebaliknya, nama tersebut datang dari luar lalu masuk ke Alor-Pantar.

Sejauh ini, makalah kami menyajikan daftar sistematis nama-nama drum dan gong, lengkap dengan sebutan asli dalam tiga bahasa lokal, terjemahan terkait, nama demi nama, catatan sintetis tentang kemungkinan asal usul nomenklaturnya, katalog instrumen berdasarkan kategori (hasil kerja lapangan dan pengamatan langsung), serta foto-foto pilihan yang menunjukkan pentingnya alat musik ini dalam budaya masyarakat.

Di luar fungsi musikal

Genderang ‘Moko‘ merupakan benda ritual kuno yang umum digunakan dalam upacara-upacara ibadah pra-Kristen yang dilakukan oleh masyarakat adat di masa lalu. Tradisi ini bertahan hingga saat ini, melalui cerita rakyat dan perayaan lokal.

Genderang, beserta gong perunggu, juga berfungsi sebagai ‘mata uang’ lokal yang berharga dalam transaksi tradisional. Gong sering menjadi bagian dari perdagangan dan praktik sosial, seperti dalam negosiasi mahar.

Perjalanan untuk memahami sepenuhnya dinamika sejarah produksi dan penyebaran genderang dan gong ‘Moko’—termasuk asal-usul dan etimologinya—mungkin masih panjang. Namun, hal itu tidak mengurangi nilai budaya dan materialnya di mata masyarakat Alor-Pantar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Wali Kota Bogor Aktivasi Museum Pajajaran

14 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
Luar Negeri
Diserang Rudal Iran, Bandar...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.