Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Inflasi Ngerem di April, BPS Ungkap Angka Terbaru, Lebih Adem dari Maret

📅 Jumat, 02 Mei 2025, 15:09 WIB | Oleh: Tim Penulis
Inflasi Ngerem di April, BPS Ungkap Angka Terbaru, Lebih Adem dari Maret Doc: Antara
Ket. Arsip foto - Pedagang daging ayam ras menjual dagangannya di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (17/2/2025) sore.

JAKARTA - Laju inflasi pada April tahun ini melambat dibandingkan bulan sebelumnya. Meskipun pada awal bulan lalu terdapat momen libur panjang Lebaran 2025. 

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan terjadi inflasi sebesar 1,17 persen secara bulanan (mtm) pada April 2025. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan catatan inflasi pada Maret 2025 sebesar 1,65 persen. 

“Pada April 2025 terjadi inflasi sebesar 1,17 persen secara bulanan atau month-to-month (mtm), atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen dari 107,22 pada Maret 2025 menjadi 108,47 pada April 2025,” ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini di Jakarta, Jumat (2/5).

Penyumbang utama inflasi April 2025 secara m-to-m adalah kelompok perumahan, air, Listrik dan bahan bakar rumah tangga dengan andil inflasi 0,98%. Komoditas penyumbang utama inflasi pada kelompok ini adalah tarif listrik.

Komoditas tarif listrik mengalami inflasi pada bulan April 2025 sebesar 26,99% dan andil inflasi sebesar 0,97%. Tingkat inflasi ini lebih rendah dibandingkan dengan tingkat inflasi Maret 2025.

Inflasi komoditas tarif listrik pada April 2025 disebabkan penyesuaian tarif listrik pada pelanggan pasca bayar yang kembali normal setelah adanya discount 50% pada periode sebelumnya.

Kelompok kedua penyumbang inflasi terbesar pada bulan April 2025 adalah kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, dengan inflasi sebesar 2,46%. Dan andil inflasi sebesar 0,16%. Komoditas yang menyumbang andil inflasi terbesar dalam kelompok ini adalah emas perhiasan.

Komoditas emas perhiasan mengalami inflasi pada April 2025 dengan tingkat inflasi tertinggi selama 20 bulan inflasi berturut-turut. Meningkatnya inflasi emas perhiasan terjadi seiring dengan kenaikan harga emas dunia.

Tingkat inflasi tahun ke tahun (y-on-y) (April 2025 terhadap April 2024) sebesar 1,95%. Inflasi tahunan April 2025 lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya, namun lebih rendah dibandingkan April 2024.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Ekonomi
BI Tangkap Sinyal Ekspansi ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.