Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kuliner Aceh Makin Digencarkan, ACF Bidik Pasar Wisata

📅 Minggu, 13 Sep 2026, 23:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kuliner Aceh Makin Digencarkan, ACF Bidik Pasar Wisata Doc: ANTARA/ Shafna
Ket. Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Enik Ermawati menutup Aceh Culinary Festival (ACF) di Taman Sulthanah Safiatuddin, Banda Aceh, Minggu (13/9/2026).

BANDA ACEH – Promosi kekayaan kuliner menjadi salah satu cara penting untuk memperkenalkan identitas budaya sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Keragaman cita rasa, bahan pangan lokal, serta tradisi pengolahan yang diwariskan antargenerasi memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi daya tarik wisata dan produk unggulan daerah.

Karena itu, penguatan promosi kuliner tidak hanya perlu menonjolkan kelezatan, tetapi juga mengangkat cerita, sejarah, dan nilai budaya di balik setiap hidangan.

Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Enik Ermawati menyatakan Aceh Culinary Festival (ACF) merupakan bagian dari program Wonderful Indonesia Gastronomy guna memperkuat promosi kekayaan kuliner Aceh.

"Kegiatan ini tidak hanya mengedepankan cita rasa, tetapi juga budaya dan tradisi. Aceh Culinary Festival ini harusnya bisa menjadi bagian dari Wonderful Indonesia Gastronomy yang saat ini terus digaungkan Bu Menteri," katanya saat menutup ACF 2026 di Taman Sulthanah Safiatuddin, Banda Aceh, Minggu (13/9).

Ia menjelaskan, gastronomi tidak hanya berbicara mengenai cita rasa makanan, tetapi juga mencakup budaya, tradisi, serta cerita yang terdapat di balik setiap kuliner yang disajikan.

Ia menilai penguatan storytelling pada kuliner Aceh penting dilakukan agar masyarakat maupun wisatawan tidak hanya menikmati makanan dari sisi rasa, tetapi juga memahami nilai dan sejarah yang membuat kuliner tersebut hadir.

“Saya melihat mereka bukan sebagai bagian yang memasak, tapi saya melihat mereka sebagai bagian yang menjaga tradisi gastronomi Aceh. Mereka mampu menceritakan di balik dari setiap kuliner yang mereka sajikan,” ujarnya.

Menurut dia, hal tersebut terlihat saat dirinya mengunjungi sejumlah stan kuliner dalam ACF 2026 dan menemukan berbagai sajian yang menggunakan bahan lokal, termasuk ikan endemik dari daerah Aceh Tamiang.

Ia mengatakan pengembangan gastronomi dapat menjadi salah satu bagian dari upaya Kementerian Pariwisata mendorong pariwisata berkualitas, bersama dengan wisata bahari dan wisata kebugaran.

Selain memperkuat pelestarian budaya, ia juga menekankan penyelenggaraan festival pariwisata harus memberikan dampak ekonomi secara langsung kepada masyarakat.

“Festival sekali lagi tidak boleh berhenti hanya sebagai tontonan saja, tapi harus menjadi penggerak ekonomi yang kemudian membuka penguatan usaha, menciptakan lapangan kerja dan juga bisa memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.

Ia berharap ACF dapat terus diperkuat sehingga pelestarian budaya melalui kuliner berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Semoga event ini bisa memperkuat citra pariwisata daerah, meningkatkan kunjungan wisatawan, serta menjadi pemantik bagi tumbuhnya ekosistem pariwisata yang mandiri, inklusif, dan berdaya saing,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.