Penjabat Presiden Korsel Batal Ikut Pilpres
📅 Kamis, 01 Mei 2025, 22:06 WIB | Oleh: Deri Henriawan
Doc: Antara/Anadolu
SEOUL - Penjabat Presiden Korea Selatan Han Duck-soo mengundurkan diri pada Kamis, yang mengindikasikan bahwa ia akan mencalonkan diri dalam pemilihan presiden pada 3 Juni.
Keputusannya diumumkan dalam pidato di hadapan rakyat, mengakhiri spekulasi selama berminggu-minggu mengenai apakah ia akan mengikuti pemilihan yang dipicu oleh pemakzulan mantan bosnya -- Yoon Suk Yeol.
"Memikirkan beratnya tanggung jawab yang saya pikul di masa sulit ini, setelah berpikir panjang dan hati-hati mengenai apakah keputusan seperti itu benar dan tidak dapat dihindari, saya memutuskan bahwa jika ini adalah satu-satunya cara, saya harus mengambilnya," katanya dari kompleks pemerintahan di Seoul.
Han, yang pernah menjadi perdana menteri di bawah presiden liberal dan konservatif dan juga menjabat sebagai duta besar Korea Selatan untuk Amerika Serikat, telah menjadi favorit di kalangan konservatif untuk menantang Lee Jae-myung, kandidat presiden dari Partai Demokrat liberal.
Lee saat ini mempertahankan keunggulan yang besar atas para pesaingnya dengan dukungan sekitar 40 persen dalam jajak pendapat publik.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Saya memiliki dua jalan di depan saya," kata Han dalam pidatonya, yang disiarkan langsung di televisi. "Yang pertama adalah menyelesaikan misi penting yang saat ini saya miliki, sementara yang kedua adalah melepaskan misi penting itu dan memikul tanggung jawab yang lebih besar.
"Saya akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatan saya untuk melakukan apa yang saya bisa, melakukan apa yang harus saya lakukan, agar kita dapat mengatasi krisis yang kita hadapi," katanya, merujuk konfrontasi politik yang ekstrem dan ancaman yang ditimbulkan terhadap ekonomi dan industri negara.
Han diperkirakan akan mengumumkan pencalonannya sebagai presiden pada Jumat (2/5).
Sebaiknya Anda baca juga:
Pencalonan Han dipastikan akan memicu pembicaraan penggabungan dengan Partai Kekuatan Rakyat (PPP) yang konservatif, yang calon presidennya akan dipilih pada Sabtu (3/5).
Sementara itu, dua pesaing terakhir, yaitu mantan pemimpin PPP Han Dong-hoon dan mantan Menteri Tenaga Kerja Kim Moon-soo telah menyatakan keterbukaan untuk menggabungkan pencalonan dengan Han.
PPP telah mempertimbangkan berbagai tenggat waktu di mana penggabungan harus diselesaikan untuk memaksimalkan peluangnya dalam pemilihan 3 Juni.
Sebagai permulaan, 7 Mei adalah tenggat waktu di mana Komisi Pemilihan Umum Nasional harus memesan materi cetak untuk pemilihan tersebut. 11 Mei adalah batas akhir pendaftaran kandidat ke komisi, sedangkan 25 Mei adalah tanggal dimulainya pencetakan surat suara.
Dengan pengunduran diri Han, Menteri Keuangan dan Wakil Perdana Menteri Bidang Ekonomi Choi Sang-mok akan mengambil alih jabatan sebagai penjabat presiden. Ant/Yonhap
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!