Pemkot Cirebon apresiasi perjalanan Thudong sebagai wujud toleransi
📅 Rabu, 30 Apr 2025, 19:00 WIB | Oleh: Sujar
Doc: ANTARA/Fathnur Rohman.
Cirebon, -- Pemerintah Kota Cirebon, Jawa Barat, menyampaikan apresiasi atas perjalanan spiritual 36 biksu Thudong yang singgah selama tiga hari di kota itu sebelum melanjutkan perjalanan menuju Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah.
Wali Kota Cirebon Effendi Edo di Cirebon, Rabu, mengatakan kegiatan spiritual tersebut sebagai simbol nyata toleransi antarumat beragama dan bentuk penghormatan terhadap keberagaman yang telah lama hidup di Kota Cirebon.
“Kami sangat mengapresiasi perjalanan spiritual ini. Kehadiran para biksu membuktikan bahwa Cirebon adalah kota yang menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi dan keberagaman,” katanya.
Ia menyebutkan masyarakat Cirebon selama ini telah hidup berdampingan dalam keberagaman budaya dan agama, sehingga mampu menerima kehadiran para biksu dengan penuh penghormatan.
Pihaknya berharap kegiatan serupa, dapat terus dilakukan di tahun-tahun mendatang sebagai bentuk penguatan kerukunan antarumat beragama dan promosi nilai-nilai toleransi di tengah masyarakat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menyebutkan para biksu Thudong saat ini sudah melanjutkan perjalanan menuju Candi Borobudur. Adapun kegiatan pelepasannya dilakukan di Lapangan Kebumen, Kota Cirebon.
“Sejak pagi, ratusan warga dan pelajar memadati lokasi pelepasan. Mereka tampak antusias memberikan salam hormat dan semangat kepada para biksu yang akan melanjutkan perjalanan panjang menuju Magelang,” katanya.
Sementara itu Ketua Thudong Internasional 2025 Prabu Diaz menjelaskan para biksu tersebut berasal dari Thailand, Singapura, Malaysia, dan Indonesia, serta telah menempuh ribuan kilometer perjalanan dengan berjalan kaki.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Selama di Cirebon, para biksu mengunjungi sejumlah tempat ibadah seperti Gereja Santo Yoseph, Markas Macan Ali, Vihara Dewi Welas Asih, dan Keraton Kasepuhan,” katanya.
Ia mengatakan kunjungan lintas iman tersebut bertujuan mempererat hubungan antarkeyakinan, serta menyebarkan pesan damai melalui praktik spiritual yang dijalani para biksu.
Menurut dia, ritual Thudong bukan sekadar perjalanan fisik, namun merupakan latihan pengendalian diri, ketekunan, dan kesabaran yang mendalam secara spiritual.
“Para biksu dijadwalkan tiba di Candi Borobudur pada Sabtu (10/5), dua hari sebelum puncak perayaan Hari Raya Waisak yang akan berlangsung pada 12 Mei 2025,” ucap dia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!