Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pura Pertama Berdiri di Belanda! Gubernur Bali Ukir Jejak Sakral di Negeri Kincir Angin!

📅 Minggu, 04 Mei 2025, 19:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pura Pertama Berdiri di Belanda! Gubernur Bali Ukir Jejak Sakral di Negeri Kincir Angin! Doc: Antara
Ket. Umat Hindu melakukan upacara melaspas pura pertama di Eropa Pura Santa Citta Bhuwana, Denpasar, Minggu (4/5).

Denpasar - Gubernur Bali Wayan Koster meresmikan sekaligus melaspas atau upacara peresmian secara Hindu Pura Santa Citta Bhuwana.

Koster dalam keterangannya di Denpasar, Minggu, mengatakan pura yang terletak di daratan Eropa Barat yaitu Belanda ini merupakan pura pertama di benua tersebut yang dibangun secara gotong royong.

“Pura ini merupakan pura pertama di Eropa yang dibangun komunitas masyarakat Bali secara gotong royong, material untuk pembangunan pura pun didatangkan langsung dari Bali,” kata dia.

Atas rasa bangga dan bersyukurnya, Gubernur Bali ikut andil mendukung biaya melaspas yang menghadirkan sulinggih serta pemangku dan seluruh rangkaian upacara.

Ia mengapresiasi kehadiran Pura Santa Citta Bhuwana yang menjadi gambaran kegigihan dan semangat gotong royong tinggi hingga bisa menuntaskan pura dan diupacarai tepat saat Hari Raya Kuningan.

"Saya berharap pura ini dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh masyarakat Bali di Belanda, serta dirawat sehingga memberi manfaat untuk selamanya, tidak saja untuk kepentingan hari raya tetapi sebagai wahana berkumpul mengembangkan rasa kekeluargaan dan kebersamaan sesama masyarakat Bali sebagai bentuk dedikasi kepada bangsa dan negara Indonesia," ujarnya.

Dalam peresmian pura pertama di Eropa tepatnya di Kallankote, Belanda, itu turut hadir Duta Besar RI untuk Belanda Mayerfas.

Mayerfas mengatakan peresmian pura ini tidak saja menjadi kebanggaan masyarakat Bali tapi kebanggaan seluruh masyarakat Indonesia.

"Keinginan pembangunan pura ini sudah sejak lama, namun baru bisa direalisasikan mulai tahun 2023, pura ini merupakan yang pertama di Eropa yang dibangun atas gotong royong masyarakat Bali di Belanda," ujarnya.

"Terimakasih kepada Gubernur Bali yang telah berkenan hadir langsung menyaksikan dan meresmikan 0ura ini," sambungnya.

Pura Santa Citta Bhuwana sendiri berada di Taman Indonesia yang dimiliki Marlisa dan Diederik Wareman, dimana atas kecintaannya dengan Indonesia dan Bali lahan untuk pura dihibahkan kepada Yayasan Bali Abdi Samasta yang dipimpin Made Aniadi.

Namun pembangunan pura sepenuhnya atas inisiatif masyarakat Bali di Belanda difasilitasi yayasan dengan dana gotong royong masyarakat serta didukung Kedutaan Belanda dan Pemprov Bali.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Olahraga
Mulai 2027, Aturan Pelacaka...

Anoman Obong Kalau Jadi Tema Game Bakal Seru

33 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Anoman Obong Kalau Jadi Tem...
Olahraga
PSS Sleman Gagal Melanjutka...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.