Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wabup Penajam Instruksikan Normalisasi Sungai untuk Atasi Banjir di Waru dan Babulu

📅 Selasa, 29 Apr 2025, 11:14 WIB | Oleh:
Wabup Penajam Instruksikan Normalisasi Sungai untuk Atasi Banjir di Waru dan Babulu Doc: Antara Foto
Ket. Wakil Bupati (Wabup) Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur (Kaltim) Abdul Waris Muin

Wakil Bupati (Wabup) Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur (Kaltim) Abdul Waris Muin instruksikan dinas terkait melakukan normalisasi sejumlah sungai agar tidak terjadi pendangkalan sebagai antisipasi terjadinya bencana banjir di kabupaten setempat.

"Kami sudah instruksikan dinas teknis segera lakukan normalisasi aliran sungai di titik rawan banjir," ujar Abdul Waris Muin di Penajam, Selasa.

Ia mengatakan sejumlah sungai perlu dinormalisasi segera, karena tingkat endapan lumpur sudah cukup tinggi dan ia mengimbau masyarakat tidak membuang sampah sembarangan yang dapat memperparah dampak banjir, serta rutin bergotong royong membersihkan saluran.

Masyarakat di kelurahan atau desa yang sering dilanda banjir, lanjutnya,  diminta untuk menyiapkan peralatan darurat, seperti perahu karet, untuk mengantisipasi ketika terjadi banjir yang cukup tinggi.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara, kata dia, berkomitmen mencari solusi menanggulangi bencana banjir yang kerap terjadi di sejumlah titik di wilayah itu.

Salah satunya, lanjut dia, mengatasi bencana banjir di Desa Bukit Subur, Kecamatan Penajam, banjir yang sempat melanda desa itu pada 21 April 2025 dan ratusan rumah warga terdampak.

Banjir di Desa Bukit Subur diakibatkan intensitas hujan yang cukup tinggi pada Minggu (20/4) hingga Senin (21/4) sekitar pukul 02.00 WITA, sehingga Sungai Riko meluap.

Karena itu pihaknya bakal melakukan normalisasi dan pembangunan embung di hulu Sungai Riko. Adapun pengerjaan tersebut ditindaklanjuti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Penajam Paser Utara.

"Dinas PUPR punya alat berat (eksaavator amfibi) lakukan pengerukan aliran Sungai Riko, sebagai solusi minimalisir dampak banjir di Desa Bukit Subur," katanya.

Normalisasi atau pengerukan sungai yang juga perlu dilakukan di Sungai Sesulu, Sungai Labangka, Sungai Sukaraja, Sungai Wonosari, serta Sungai Mentawir. Kondisi sejumlah sungai itu dipenuhi sampah dan sedimentasi atau pengendapan material seperti batu, tanah dan lumpur, demikian Abdul Waris Muin.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.