Nelayan Terombang-ambing di Perairan Alor Berhasil Dievakuasi
📅 Minggu, 27 Apr 2025, 22:28 WIB | Oleh: Deri Henriawan
Doc: ANTARA/HO-Kantor Basarnas Maumere
LABUAN BAJO - Tim SAR gabungan mengevakuasi sebanyak enam nelayan yang terombang-ambing karena mengalami mati mesin saat melaut di perairan Kalunan, Kecamatan Mataru, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Seluruh korban syukur dalam keadaan selamat, hanya sedikit merasa kelelahan pasca terombang-ambing di perairan," kata Kepala Kantor Basarnas Maumere Fathur Rahman dihubungi dari Labuan Bajo, Minggu (27/4).
Fathur Rahman menambahkan kejadian tersebut terjadi pada Sabtu (26/4).
Ia juga menjelaskan pihaknya mendapatkan informasi dari istri salah satu korban yang melaporkan para nelayan mengalami masalah mati mesin saat melaut.
"Pada 25 April 2025 Pukul 11.00 WITA keenam nelayan berangkat dari rumahnya di Desa Waituba, Kecamatan Alor Selatan Kabupaten Alor untuk mencari ikan di perairan Kalunan, saat hendak kembali keesokan harinya kapal mengalami mati mesin hingga akhirnya para korban terombang-ambing di sekitar perairan Kalunan," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selanjutnya, Tim SAR gabungan yang terdiri dari Rescuer Pos SAR Alor, Pos TNI Angkatan Laut (AL) Alor, serta Polair Polres Alor berangkat menuju lokasi kejadian.
"Tidak lama setelah mendapatkan informasi tersebut dengan mengerahkan Sea Rider Pos TNI AL Alor dan melakukan pencarian di Perairan Kalunan," ujarnya.
Dalam pencarian, lanjut dia, Tim SAR gabungan menemukan para korban dalam kapal nelayan yang tengah terombang-ambing di perairan Kalunan.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Tim meneropong dari kejauhan adanya kapal yang berjalan pelan-pelan dan dicurigai kapal tersebut merupakan kapal korban, tim menuju ke kapal tersebut dan mengecek bahwa kapal dan enam nelayan adalah benar korban yang dicari," katanya.
Setelah ditemukan para korban selanjutnya dievakuasi ke Pelabuhan Kalabahi, Kabupaten Alor.
"Tepat Pukul 21.10 WITA seluruh korban bersama Tim SAR Gabungan tiba di Pelabuhan Kalabahi dengan selamat dan para korban kembali ke keluarga masing-masing," katanya. Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!