Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Merawat Mangrove Demi Terjaganya Ekosistem Pantai di Bali

📅 Minggu, 27 Apr 2025, 22:50 WIB | Oleh:
Merawat Mangrove Demi Terjaganya Ekosistem Pantai di Bali Doc: ANTARA/Ni Putu Putri Muliantari
Ket. Wisatawan menyusuri mangrove di kawasan ekowisata kelompok KUB Segara Guna Batu Lumbang, Denpasar, Bali, Minggu (27/4/2025).

Denpasar, 27/4 - Bali yang terkenal dengan pantai berikut ombaknya yang disukai wisatawan, sehari-hari dihadapkan oleh potensi abrasi.

Untuk mengatasi hal itu pohon bakau menjadi opsi pemecah ombak yang telah bertahun-tahun  diandalkan masyarakat pesisir di daerah ini.

Data UPTD Tahura Ngurah Rai setidaknya mereka mengelola 1.373 hektare kawasan mangrove dengan tutupan atau yang sudah tertanami sekitar 80 persen.

Untuk memelihara kawasan mangrove butuh biaya tidak sedikit, sehingga masyarakat pesisir yang sejak lama menjadi nelayan ikut turun tangan merawat.

Dalam perjalanannya, tidak hanya masyarakat yang merawat mangrove  agar terus hidup, namun  mangrove  juga yang menghidupi masyarakat pesisir.

Melalui kawasan yang tertata rapi, mangrove mulai menjadi objek wisata yang dapat disusuri pengunjung menggunakan perahu.

Masyarakat dapat pula mengumpulkan rupiah dari produk ekonomi kreatif bermanfaat dan lezat yang dibeli pelancong.

Ekowisata mangrove

Ketua Kelompok Usaha Bersama (KUB) Segara Guna Batu Lumbang Wayan Kona Antara di Denpasar mengatakan ekowisata mangrove kian banyak peminatnya terutama sejak COVID-19 mereda.

Sekitar 50 kepala keluarga (KK) berhasil melewati masa-masa pemulihan ekonomi berkat merawat mangrove dan mengembangkannya menjadi objek pariwisata.

Berangkat dari seberang Mangrove Showcase G20 di Desa Pemogan, pengunjung sudah dapat menikmati ekowisata bersama kelompok nelayan ini.

Mereka menyewakan perahu mesin dengan tarif Rp350.000-Rp600.000 untuk enam hingga 10 orang lengkap dengan pengemudinya, juga alternatif kano untuk satu atau dua orang ketika air surut.

Ekowisata menyusuri mangrove memberi pengalaman pengunjung merasakan berada di laut lepas yang terjaga dari ombak berkat pohon bakau dengan tinggi lebih dari 5 meter.

Terdapat beragam jenis mangrove yang dilewati selama 30 menit hingga satu jam lebih perjalanan. Bahkan tak jarang nelayan akan membawa perahu ke Pulau Penyu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Rano karno Buka Jakarta Financial Festival Blok M Square

27 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Rano karno Buka Jakarta Fin...

Pengamat : Salvage KMP Batumandi Patut Dicontoh

40 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Pengamat : Salvage KMP Batu...

Jakarta Merintis Diri Menjadi Hub Ekonomi Kreatif

41 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakarta Merintis Diri Menja...
Daerah
Mau Tahu Alasan Dedi Mulyad...
Ekonomi
GoPay Permudah Masyarakat I...
Megapolitan
Waoooww….Warga Bandung ak...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.