Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Merawat Mangrove Demi Terjaganya Ekosistem Pantai di Bali

📅 Minggu, 27 Apr 2025, 22:50 WIB | Oleh:

Sementara produk paling diminati wisatawan atau instansi pemborong dengan pembuatan tersingkat adalah sirup mangrove berwarna merah muda persis seperti jus semangka.

Untuk olahan ini, para istri membutuhkan waktu dua hari mulai dari merebus buah mangrove kemudian meremas dan dicampur air untuk selanjutnya disaring tahap satu.

Pada tahap berikutnya, hasil penyaringan dipanaskan selama 24 jam untuk keesokannya disaring kembali tahap dua dan dicampur gula tebu sebagai pemanis alami, kemudian baru dapat dikonsumsi setelah 3-4 jam mengental.

Selain berdasarkan proses pembuatan terlama dan tercepat, ada produk dengan proses pengolahan paling rumit yaitu kripik yang dinamakan stik mangrove.

Makanan berbahan dasar buah ini mulanya harus direndam selama tiga hari menggunakan arang kayu, tantangannya para wanita ini harus memastikan bahan dasar kehilangan tanin yang dikandungnya.

Jika tidak, konsumen kripik mangrove bisa sampai pingsan akibat kandungan ini.

Setelah tahapan rumit ini selesai, maka mangrove akan diolah menjadi tepung dan digiling untuk menjadi olahan kripik.

Untuk produk sirup, masyarakat pesisir menjualnya seharga Rp15 ribu per 100 ml, kripik Rp15 ribu per 20 gram, kopi Rp40 ribu per 30 gram, dan teh Rp35 ribu per 30 gram.

Jarangnya musim panen dan konsistennya masyarakat menjaga mangrove membuat bahan produk sulit ditemui, sehingga menjualnya pun tidak bisa dengan harga murah. Anggota pengolah dan pemasok yang awalnya berjumlah 33 orang, kini tersisa tak sampai 10 orang.

Mereka yang masih bekerja penuh di kawasan mangrove juga hanya sebagian dari yang awalnya bergabung, sebab pasca-pandemi COVID-19 masyarakat kembali ke pekerjaan masing-masing.

Begitu pula generasi penerusnya yang mulai menurun, sehingga produktivitasnya tidak semaksimal seperti dahulu.

Saat ini, produk ekonomi kreatif dari mangrove diproses dalam jumlah banyak hanya jika ada pesanan terutama dari instansi yang hendak melakukan pertemuan besar di Bali.

Selebihnya, produk-produk ini ditawarkan kepada ribuan pengunjung ekowisata susur mangrove, tanpa dijual bebas di luar kawasan atau secara daring.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Menlu Marco Rubio Tegaskan ...
Nasional
UMKM Didorong Tembus Rantai...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.