Danau Rana, Permata Suci di Bumi Minyak Kayu Putih
📅 Jumat, 25 Apr 2025, 06:10 WIB | Oleh: Haryo BronoAda berbagai budaya yang bisa disaksikan seperti rumah tradisional buru yang terbuat dari kayu. Desa ini juga memiliki tarian tradisional antara lain Tari Sawat Buru sebagai ucapan selamat datang bagi tamu yang berkunjung.
Meski tertutup bagi komersialisasi pengunjung masih dapat menikmati keindahan Danau Rana. Untuk menikmati jernihnya perairannya bisa berkeliling danau dengan cara berperahu yang dapat disewa dengan harga sekitar 100 ribu rupiah per perahu, nilai ini sudah termasuk dengan seorang pemandu, yang siap mengantar pengunjung mengelilingi danau.
Untuk menjaga keindahan dan keheningan dana perahu yang beroperasi di danau ini tidak boleh bermesin, sehingga pengguna harus mendayung. Aturan adat yang berlaku di danau ini pengunjung tidak diperbolehkan membunuh binatang atau mengambil ikan seperti memancing.
Di samping menikmati perairannya di Danau Rana bisa melihat-lihat keindahan flora dan fauna di sekelilingnya. Caranya dengan melakukan trekking dan jelajah melalui jalur-jalur hutan yang juga menyimpan flora dan fauna endemik.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebagai kawasan dengan keanekaragaman hayati yang kaya, baik dari segi flora maupun fauna hutannya didominasi oleh vegetasi hutan tropis basah dengan spesies pohon besar dari keluarga Dipterocarpaceae, seperti Hopea, Shorea, dan Vatica. Beberapa spesies yang ditemukan Anisoptera thurifera, Hopea gregaria, Hopea iriana, Shorea assamica, dan Vatica rassak.
Selain itu, terdapat juga anggrek hutan seperti Dendrobium hymenophyllum, Vanda limbata, Pholidota imbricata, Spathoglottis plicata, Liparia latifolia, dan anggrek kantong semar (Paphiopedilum schoseri) yang tumbuh di sekitar danau.
Sedang fauna yang bisa dijumpai di antaranya adalah burung. Beberapa di antaranya merupakan spesies burung endemik Pulau Buru. Beberapa spesies yang ditemukan di kawasan ini antara lainBuru Racket-tail (Prioniturus mada), Blue-fronted Lorikeet (Charmosyna toxopei), Red Lory (Eos bornea), Buru Honeyeater (Lichmera deningeri), Buru White-eye (Zosterops buruensis), Buru Warbling-flycatcher (Eumyias additus), Cinnamon-chested Flycatcher (Ficedula buruensis), Madanga (Madanga ruficollis) – spesies yang terancam punah.
Kawasan Danau Rana juga menjadi tempat tinggal bagi berbagai spesies mamalia, termasuk babirusa Buru (Babyrousa babyrussa), kelelawar buah Moluccan (Pteropus ocularis), dan kelelawar hidung tabung kecil (Nyctimene minutus).
Dengan kekayaan alam tersebut Danau Ran surga bagi pecinta fotografi budaya dan alam. Kombinasi antara keindahan danau, kabut pegunungan, dan suasana mistis membuat tempat ini sangat fotogenik. Tempat ini cocok buat travel vlogger atau pecinta dokumentasi budaya dan alam.
Hanya wisatawan yang berjiwa petualang atau adventure mungkin yang mau ke Danau Rana.Kondisi jalannya sampai saat ini menantang sehingga untuk melewatinya perlu persiapan matang, dan perlu biaya yang tidak sedikit terutama untuk menyewa mobil berpenggerak empat roda.
Terdapat dua jalur utama untuk mencapai Danau Rana. Pertama Jalur Darat dari Desa Wamlana. Perjalanan dimulai dari ini menuju Danau Rana dengan menumpang kendaraan perusahaan kayu PT. Gema Hutan Lestari. Jalur ini melintasi hutan tropis dan beberapa desa adat, menawarkan pemandangan alam yang indah.
Sedangkan Desa Tifu menawarkan perjalanan kombinasi antara jalur laut dan darat. Dimulai dengan perjalanan laut menggunakan speedboat dari Namlea ke Desa Tifu, dilanjutkan dengan perjalanan darat menuju Desa Waelo, dan terakhir berjalan kaki menuju Danau Rana. Jalur ini lebih panjang dan menantang.
Pada Januari 2025, terjadi longsor sepanjang sekitar 100 meter dengan ketinggian sekitar 250 meter yang menutupi jalan dari Dusun Waetabi menuju Dusun Waegrahi. Longsoran tersebut menghalangi akses kendaraan roda dua maupun empat, memaksa masyarakat setempat untuk melewati pinggiran longsoran yang sangat berbahaya. Cuaca hujan dan kabut semakin memperburuk kondisi jalan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!