WhatsApp Luncurkan Fitur Privasi Obrolan Lanjutan untuk Lindungi Pengguna dari Ancaman Digital
📅 Kamis, 24 Apr 2025, 13:55 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Whatsapp
WhatsApp kini memperkuat komitmennya terhadap perlindungan privasi pengguna melalui peluncuran fitur baru bernama Privasi Obrolan Lanjutan. Fitur ini dirancang untuk meningkatkan keamanan obrolan, baik dalam percakapan pribadi maupun grup, dengan mencegah pengguna mengekspor isi percakapan ke luar aplikasi.
Selama ini, siapa pun dalam grup, terlepas dari status admin, dapat mengekspor seluruh isi obrolan, termasuk teks dan file media. Hal ini telah menjadi celah yang berisiko, khususnya dalam konteks penggunaan WhatsApp untuk kegiatan sensitif seperti aktivisme politik, protes pro-demokrasi, penyelamatan medis, hingga kampanye keadilan lingkungan.
Untuk menutup celah tersebut, fitur baru ini tidak hanya memblokir ekspor isi obrolan, tetapi juga menonaktifkan pengunduhan otomatis foto dan video dalam grup. Dengan kata lain, konten tetap berada di dalam grup dan tidak dengan mudah disebarluaskan.
"Dengan begitu, setiap orang dalam obrolan memiliki keyakinan lebih besar bahwa tidak seorang pun dapat mengambil apa yang dikatakan di luar obrolan." tulis Whatsapp
Fitur ini dapat diaktifkan secara manual oleh pengguna dengan mengetuk nama obrolan di bagian atas layar, lalu mengubah statusnya ke "Aktif". Pembaruan ini saat ini sedang digulirkan secara bertahap ke semua pengguna WhatsApp, baik di Android maupun iOS.
Sebaiknya Anda baca juga:
Lebih dari sekadar fitur ekspor dan unduh, Privasi Obrolan Lanjutan juga memblokir penggunaan pesan oleh sistem AI, sebuah langkah yang penting di tengah kekhawatiran atas masuknya Meta AI ke dalam WhatsApp. Sejak beberapa bulan lalu, Meta menyuntikkan teknologi AI-nya ke dalam layanan pesan instan, memungkinkan pengguna meminta chatbot untuk membantu membuat gambar atau berdialog.
Walau fitur tersebut bermanfaat dalam konteks bisnis, dalam obrolan grup fitur AI ini dapat dengan cepat menciptakan gangguan seperti tumpukan konten yang tidak relevan dan bahkan konflik ideologis. Tren "Ask Grok" di platform X menjadi contoh nyata bagaimana AI bisa memicu perdebatan sengit di ruang digital.
Penerapan teknologi AI di WhatsApp juga memunculkan kekhawatiran dari regulator. Kantor Komisioner Informasi Inggris telah menyampaikan kepada BBC bahwa mereka tengah memantau penggunaan AI oleh Meta, khususnya dalam konteks privasi. Di sisi lain, Meta menekankan bahwa penggunaan Meta AI bersifat opsional, meskipun tidak dapat dihapus dari aplikasi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Meta menyatakan bahwa interaksi pengguna dengan chatbot digunakan untuk melatih sistem AI mereka, namun mereka tidak membaca pesan pribadi antara pengguna. Meskipun demikian, ketidakmampuan pengguna untuk menghapus fitur AI secara penuh tetap menjadi catatan penting bagi banyak pihak yang menginginkan kontrol penuh atas data pribadi mereka.
Dengan fitur Privasi Obrolan Lanjutan, WhatsApp tampaknya berupaya untuk menyeimbangkan antara inovasi teknologi dan perlindungan hak digital penggunanya. Langkah ini bisa menjadi angin segar bagi pengguna yang selama ini khawatir tentang kebocoran data dan penggunaan pesan untuk kepentingan di luar kontrol mereka.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!