Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Guru Besar Unair Sebut Penjurusan SMA Warisan Kolonial

📅 Kamis, 24 Apr 2025, 19:55 WIB | Oleh:
Guru Besar Unair Sebut Penjurusan SMA Warisan Kolonial Doc: Istimewa
Ket. Guru Besar Sosiologi Pendidikan Universitas Airlangga (Unair), Tuti Budirahayu

JAKARTA - Guru Besar Sosiologi Pendidikan Universitas Airlangga (Unair), Tuti Budirahayu, meminta pemerintah mengkaji ulang penjurusan SMA. Menurutnya, penjurusan model lama ini merupakan sistem usang warisan zaman kolonial.

"Seharusnya pemerintah menyusun kebijakan pendidikan yang lebih progresif dan selaras perkembangan zaman, termasuk memperhatikan ketersediaan sarana, prasarana, serta sumber daya guru," ujar Tuti, dikutip dari laman resmin Unair, Kamis (24/4).

Dia menilai bahwa sistem pembelajaran yang ideal untuk siswa SMA seharusnya fleksibel dan adaptif. Menurutnya, perlu adanya penyesuaian dalam pengembangan minat, bakat, serta potensi akademik maupun non-akademik siswa, khususnya terkait persiapan dalam memilih jurusan di universitas. 

"Di dengan negara-negara maju, tidak ada lagi pengkotak-kotakan siswa yang hanya didasarkan atas beberapa jurusan," katanya.

Tuti mengungkapkan, penjurusan sekolah di Singapura dibuat fleksibel dan memungkinkan siswa dapat memilih mata pelajaran dari lintas bidang. Di Jepang dan Jerman, siswa SMA memiliki lebih banyak pilihan, termasuk jalur akademik atau vokasional, serta model pendidikan dual system yang menggabungkan pembelajaran di sekolah dengan pelatihan kerja.

Sementara di Amerika Serikat, tidak ada sistem penjurusan formal. Siswa bebas memilih mata pelajaran sesuai minat dan rencana karir.

"Dengan sistem seperti itu, apa yang dipelajari siswa ketika di SMA akan lebih relevan dengan bidang yang ingin mereka dalami di perguruan tinggi," katanya.

Dia menyebut, sistem penjurusan lama sering kali menutup peluang siswa untuk berkembang secara utuh. Menurutnya, banyak siswa dipaksa masuk jurusan IPA dianggap lebih superior, padahal minat dan potensinya tidak di situ.

"Akhirnya saat masuk perguruan tinggi, mereka tidak bisa mengambil jurusan yang sesuai minat bakatnya,” ucapnya.

Sebagai informasi, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) akan menghidupkan lagi penjurusan IPA, IPS, dan Bahasa di SMA. Penjurusan dilakukan untuk menyesuaikan dengan kebijakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang akan menjadi salah satu instrumen penerimaan mahasiswa baru.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Megapolitan
Tangerang Siaga Penuh Hadap...
Megapolitan
“Preventive Strike” Tak...
Olahraga
Cedera Retak Tulang Paksa E...

Krisis di FIFA Kian Memanas, Posisi Gianni Infantino Terancam Usai Gagal Jual Hak Komersial Piala Dunia

Krisis di FIFA Kian Memanas, Posisi Gianni Infantino Terancam Usai Gagal Jual Hak Komersial Piala Dunia

05 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.