Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Soft Launching, Strong Partnership: RI dan Swiss Luncurkan Kerja Sama Pembangunan

📅 Rabu, 23 Apr 2025, 17:02 WIB | Oleh: Tim Penulis
Soft Launching, Strong Partnership: RI dan Swiss Luncurkan Kerja Sama Pembangunan Doc: ANTARA/HO-Bappenas.
Ket. Pemerintah Indonesia dan Swiss resmi menyelenggarakan peluncuran awal (soft launching) Program Kerja Sama Pembangunan Indonesia–Swiss 2025–2028 di Jakarta, Rabu (16/4/2025).

JAKARTA – Kerja sama bilateral antara Indonesia dan Swiss berkembang pesat di berbagai bidang, termasuk ekonomi, pendidikan, dan pertukaran profesional muda. Perdagangan antara kedua negara meningkat pesat, dengan Indonesia mencatatkan surplus perdagangan yang signifikan. Selain itu, kerja sama di bidang pendidikan dan pertukaran profesional muda juga menjadi fokus utama.

Nilai perdagangan Indonesia-Swiss meningkat tiga kali lipat selama periode 2018-2023. Pada 2023, total nilai perdagangan mencapai 3,11 miliar dolar AS, dengan Indonesia mencatatkan surplus 2,21 miliar dolar AS.

Indonesia dan Swiss resmi gelar peluncuran awal (soft launching) program Kerja Sama Pembangunan Indonesia-Swiss 2025–2028 sebagai wujud penguatan kemitraan strategis yang telah terjalin selama lebih lima dekade.

Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Wakil Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Febrian Alphyanto Ruddyard dalam keterangan di Jakarta, Rabu (23/4), menyatakan bahwa secara resmi, program kerja sama Indonesia-Swiss akan diluncurkan pada Oktober 2025.

Soft launching ini dihadiri Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Wakil Kepala Badan PPN/Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard dan Duta Besar Swiss untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN Olivier Zehnder.

Ia mengatakan bahwa sejak 1970-an, Swiss telah menjadi mitra pembangunan yang sangat berarti bagi Indonesia, melalui berbagai inisiatif seperti dukungan terhadap Politeknik Manufaktur dan NHI Bandung.

Program antara Indonesia dengan Swiss merupakan hasil kolaborasi antara State Secretariat for Economic Affairs (SECO) dengan Kementerian PPN/Bappenas dan kementerian/lembaga terkait.

Selaras dengan arah kebijakan pembangunan nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045, program itu wujud nyata komitmen bersama dalam menciptakan pembangunan inklusif, berkelanjutan, dan adaptif terhadap dinamika global.

Febrian menyampaikan bahwa kerja sama ini tak hanya melanjutkan hubungan historis yang telah terbangun sejak 1970-an tetapi juga menandai fase baru yang lebih strategis dan berbasis hasil.

“Fokus kerja sama kini diarahkan pada tiga pilar utama, yaitu peningkatan efisiensi sektor publik dan daya saing ekonomi, penguatan kapasitas SDM (Sumber Daya Manusia) melalui pendidikan vokasi, serta pengembangan infrastruktur berkelanjutan, termasuk tata kota, mobilitas, dan akses terhadap energi serta air bersih,” ucap Wamen PPN.

Dia menerangkan bahwa soft launching hari ini menjadi momentum awal memperkuat koordinasi antarpemangku kepentingan, membangun kesepahaman bersama, serta merumuskan langkah konkret menuju implementasi program yang efektif.

Program Kerja Sama Pembangunan 2025–2028 diharapkan mendukung upaya Indonesia dalam menghadapi tantangan global, termasuk ketidakpastian perdagangan dan kebutuhan diversifikasi pasar.

Swiss dinilai sebagai mitra penting mendorong penguatan usaha kecil mikro (UKM) Indonesia agar mampu menembus pasar internasional dan memenuhi standar global, sebagaimana keberhasilan program Swiss Import Promotion Programme mendukung sektor perikanan.

“Kerja sama internasional seperti ini sangat penting dalam mendukung arah pembangunan nasional kita menuju Indonesia Emas 2045. Kami percaya, dengan pendekatan yang berbasis permintaan, terukur, dan kolaboratif seperti yang ditawarkan oleh SECO, program ini akan membuka peluang baru, memperkuat daya saing nasional, dan mendorong pertumbuhan yang inklusif,” kata Wakil Kepala Bappenas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
Lewat Metode Hunting, Kemen...

Berikut Harga BBM Per 5 Oktober 2026 yang Masih Stabil

50 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Berikut Harga BBM Per 5 Okt...
Advertisement
Ada Demo Mahasiswa di DPR, Polisi Siagakan 3.983 Personel Gabungan

Ada Demo Mahasiswa di DPR, Polisi Siagakan 3.983 Personel Gabungan

05 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.