Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Meskipun Tak Kena Tarif Resiprokal AS, Produk Furnitur RI Bidik Pasar Nontradisional

📅 Selasa, 22 Apr 2025, 11:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Meskipun Tak Kena Tarif Resiprokal AS, Produk Furnitur RI Bidik Pasar Nontradisional Doc: Kementerian Perdagangan
Ket. Sejumlah pengunjung mengunjungj Paviliun Indonesia pada pameran HOMEDesign 2025 di Hungexpo Budapest Congress and Exhibition, Budapest, Hungaria pada 9-13 April 2025

JAKARTA-Produk furnitur RI terus membidik pasar baru di kawasan Eropa Tengah dan Eropa Timur, kendati pengetatan tarif yang dilakukan AS tidak mengenai produk furnitur RI.

Perluasan pasar ekspor ke pasar nontradisional penting dilakukan demi mengantisipasi dinamika geopolitik ke depannya. Sebab, Amerika Serikat merupakan pasar utama furnitur RI dengan porsi sekitar 53 persen dari total ekspor furnitur kita ke seluruh duni.

Untuk memperluas pasar, kali ini produk furnitur Indonesia tampil apik pada pameran HOMEDesign 2025 dengan mencatatkan potensi transaksi sebesar 537,61 ribu dollar AS atau senilai 9,02 miliar rupiah. Pameran ini digelar di Hungexpo Budapest Congress and Exhibition, Budapest, Hungaria pada 9-13 April 2025.

Kepala Indonesian Trade Promotion Centre (ITPC) Budapest Suci Mahanani menyampaikan, ini kedua kalinya ITPC Budapest memfasilitasi pelaku usaha Indonesia untuk tampil pada Pameran HOMEDesign. Pameran ini merupakan pameran ritel terbesar untuk produk furnitur, peralatan rumah tangga, aksesori, dan dekorasi rumah di Hungaria. 

“Alhamdulillah, produk yang dipamerkan menarik minat pengunjung yang didominasi dari kawasan Eropa Tengah dan Timur,"ungkap Suci dari Hungaria dikutip dari keterangan resmi Kementerian Perdagangan, Selasa (22/4).

Suci menambahkan, partisipasi Indonesia pada pameran ini bertujuan untuk memperluas peluang pasar produk ekspor nonmigas, terutama produk furnitur dan dekorasi rumah di kawasan pasar nontradisional. “Diharapkan partisipasi pada pameran ini dapat memperluas peluang pasar produk ekspor nonmigas dan berkontribusi terhadap peningkatan ekspor Indonesia di pasar Hungaria dan kawasan Eropa Tengah dan Timur,” lanjutnya.

Pada HOMEDesign 2025, Paviliun Indonesia dibangun dengan desain khusus yang berkelas dan unik dengan menonjolkan ciri khas produk furnitur dan dekorasi rumah Indonesia, dengan menampilkan di antaranya produk bambu dan dekorasi rumah Bali hasil kerajinan tangan. Paviliun Indonesia menempati lahan seluas 66 meter persegi yang berlokasi di aula E-Stand E405. Diperkirakan sebanyak 30 ribu orang mengunjungi Paviliun Indonesia selama pameran berlangsung.

Turut hadir saat pameran berlangsung, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) untuk Slovakia Pribadi Sutiono dan Kepala Kanselerai Fungsi Ekonomi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Budapest Gunadi Adisasmita.

Sony Sentral Industri adalah UMKM yang memproduksi panel dinding kayu jati daur ulang (recycled teak wall panel), pelapis dinding kayu ramah lingkungan (eco-friendly wooden wall cladding), kusen atau pintu, meja suar dari trembesi, dan furnitur. Sedangkan PT Jelajah Akara Nusantara adalah eksportir produk furnitur dan dekorasi rumah berbahan baku rotan berkelanjutan. 

Kedua UMKM tersebut sebelumnya telah dikurasi Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag. “Ini sejalan dengan program Menteri Perdagangan yakni UMKM Berani Inovasi, Siap Adaptasi (BISA) Ekspor. Oleh karena itu, ITPC Budapest mengundang dua UMKM untuk ikut serta dalam pameran HOMEDesign 2025,” ungkap Suci.

Pasar Eropa Timur dan Tengah

Marketing Manager Sony Sentral Industri Andre Sutedjo mengatakan, keikutsertaan pada pameran memberikan banyak peluang dalam memperkenalkan produk dan menjalin koneksi bisnis. “Pameran ini memberikan banyak peluang yang sangat berharga bagi kami, baik dalam memperkenalkan produk maupun menjalin koneksi bisnis. Kami juga sangat senang dapat bertemu dengan beberapa calon pembeli potensial yang menunjukkan minat serius terhadap produk kami,” ujar Andre.

Sedangkan pendiri PT Jelajah Akara Nusantara Al fath mengatakan, keikutsertaan dalam pameran HomeDesign 2025 menjadi langkah awal yang sangat berarti dalam membuka pasar Eropa Timur. “Kami melihat kawasan ini sebagai target market yang tepat karena para pembeli (buyer) memiliki pemahaman yang kuat terhadap nilai keberlanjutan yang kami tawarkan. Selain itu, keunggulan produk kami dalam aturan keberlanjutan (sustainability compliance) menjadi kekuatan tersendiri untuk penetrasi pasar ke depan,”ungkap Al fath.

HOMEDesign 2025 digelar bersamaan dengan pameran Construma, yaitu pameran internasional untuk produk bahan bangunan; dan pameran Hungarotherm, yaitu pameran produk teknologi penghangat, pengondisi udara (AC), ventilasi udara, dan sanitasi. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.