Antisipasi Gejolak Harga Telur, Berikut ini Strategi Kementan
📅 Minggu, 20 Apr 2025, 13:35 WIB | Oleh: Tim PenulisKementan juga mendorong percepatan implementasi program MBG. Satu dapur MBG rata-rata membutuhkan 195 kilogram telur per hari, atau sekitar 3,9 ton per bulan. Jumlah ini berpotensi menyerap hasil produksi peternak rakyat secara signifikan jika diperluas secara merata di seluruh Indonesia.
Dalam rapat koordinasi lintas kementerian, Kementan mengusulkan penyerapan telur rakyat oleh koperasi pegawai di instansi pemerintah pusat dan daerah.
Penyerapan juga diusulkan masuk dalam program Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) oleh Badan Pangan Nasional, baik untuk MBG maupun penanganan stunting.
Pemerintah daerah juga diminta memfasilitasi distribusi telur dari sentra produksi ke wilayah defisit. Skema pertukaran dengan jagung dari daerah lain juga sedang dipertimbangkan untuk menekan ongkos distribusi dan meningkatkan efisiensi logistik.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kementan siap membantu memfasilitasi dari sisi teknis persyarata lalu lintas telurnya," ucapnya.
Di sisi lain, peran kekompakan peternak rakyat menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas harga.
Kementan mengimbau agar para peternak, khususnya peternak layer mandiri, tidak melakukan panic selling dan secara bersama-sama menahan harga agar tetap sehat di pasar.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurutnya, penyelesaian utama dari fluktuasi harga adalah kebersamaan dan kekompakan para peternak dalam mengatur tata niaga dan penjualan telur. Pemerintah kabupaten/kota juga sangat dibutuhkan untuk menjaga koordinasi antarpeternak agar harga tetap stabil dan peternak sejahtera.
"Dengan 95 persen produksi telur nasional berasal dari peternak mandiri, Kementerian Pertanian memastikan bahwa keberpihakan terhadap peternakan rakyat tetap menjadi prioritas," kata Agung.
Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, peternak, dan pelaku usaha, sektor unggas nasional diharapkan terus tumbuh sebagai tulang punggung ketahanan pangan Indonesia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!