Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Antisipasi Gejolak Harga Telur, Berikut ini Strategi Kementan

📅 Minggu, 20 Apr 2025, 13:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Antisipasi Gejolak Harga Telur, Berikut ini Strategi Kementan Doc: ANTARA/HO-Humas Kementan
Ket. Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Agung Suganda (ketiga kiri) mengunjungi Rumah Kebersamaan Peternak Layer Mandiri di Blitar, Jawa Timur, Sabtu (19/4/2025).

JAKARTA – Stabilisasi harga telur itu sangat penting, karena telur adalah salah satu komoditas pangan pokok yang menyangkut banyak aspek kehidupan masyarakat, baik dari sisi konsumsi rumah tangga, pelaku usaha, hingga peternak. Harga telur masuk dalam komponen penghitungan inflasi, terutama inflasi pangan.

Kenaikan harga telur bisa berdampak langsung ke daya beli masyarakat. Sebaliknya, kalau harga terlalu rendah, peternak bisa rugi dan menghentikan produksi.

Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan memperkuat serapan dan stabilisasi harga telur ayam ras di tingkat peternak melalui sinergi lintas sektor guna menjaga keseimbangan ekosistem perunggasan dan keberlanjutan usaha peternakan rakyat.

"Kementan terus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak dalam menjaga keseimbangan ekosistem perunggasan nasional, khususnya komoditas telur ayam ras," kata Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Agung Suganda saat melakukan kunjungan ke Rumah Kebersamaan Peternak Layer Mandiri di Blitar, Sabtu (19/4).

Dia menyebutkan pada 2025, Indonesia mencatatkan capaian membanggakan sebagai produsen telur terbesar ketiga di dunia setelah Tiongkok dan Jepang, dengan potensi produksi mencapai 6,52 juta ton atau setara 104,17 miliar butir.

Capaian itu mencerminkan produktivitas peternak semakin baik yang disebabkan oleh peningkatan performa genetik ayam ras petelur (layer), pemanfaatan teknologi kandang tertutup (closed house).

Selain itu implementasi program unggulan seperti Ayam Merah Putih, yang mengembangkan klaster peternakan ayam di tingkat desa untuk mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dengan kebutuhan nasional sebesar 6,22 juta ton, Indonesia mencatat potensi surplus sebesar 295 ribu ton atau 4,5 persen. Surplus itu menjadi peluang strategis untuk memperluas jangkauan program MBG, memperkuat peran UMKM peternakan, serta meningkatkan pemerataan distribusi telur antarwilayah.

Ia menegaskan bahwa Kementan terus memantau dinamika pasar dengan pendekatan kolaboratif dan responsif.

“Produksi telur nasional mengalami peningkatan yang luar biasa. Ini adalah potensi besar yang harus dikelola dengan baik agar memberi manfaat maksimal bagi peternak dan masyarakat,” ujar Agung sebagaimana keterangan di Jakarta.

Namun, seiring meningkatnya produksi, tantangan juga muncul, khususnya terkait fluktuasi harga pasca-Lebaran akibat penurunan permintaan sekitar 30 persen. Harga telur di tingkat peternak mengalami tekanan, khususnya di sentra produksi.

Sebagai langkah cepat, Kementan telah mengeluarkan surat edaran tertanggal 11 April 2025 yang memperkuat pengawasan peredaran telur fertil dan infertil untuk konsumsi sesuai Permentan Nomor 10 Tahun 2024, guna menjaga psikologis pasar terhadap tekanan harga telur.

Intervensi Swasta

Selain itu, Kementan juga mendorong intervensi dari perusahaan pakan (feedmill) untuk membantu peternak UMKM melalui berbagai skema dukungan agar peternak tidak melakukan panic selling saat harga telur anjlok.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

56 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Rona
Nekat Bolos Wamil, Mino WIN...
Daerah
DPRD DKI: Digitalisasi Park...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.