Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dinkes Kota Mataram Menyatakan 478 Calon Haji Masuk Risiko Tinggi

📅 Senin, 14 Apr 2025, 16:28 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dinkes Kota Mataram Menyatakan 478 Calon Haji Masuk Risiko Tinggi Doc: ANTARA
Ket. Kegiatan bimbingan manasik haji yang dilaksanakan Kantor Kementerian Agama Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, di Masjid At Taqwa Mataram.

MATARAM – Dinas Kesehatan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menyebut sebanyak 478 calon haji asal Kota Mataram pada musim haji 2025 masuk kategori risiko tinggi.

Kepala bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Mataram, Dewi Ayu Murniati, Senin (14/4), mengatakan sebanyak 170 calon haji masuk risiko tinggi berat, 121 risiko tinggi sedang, dan 187 calon haji masuk risiko tinggi ringan.

"Sedangkan yang tidak termasuk risiko tinggi sebanyak 296 calon haji," katanya.

Selain itu adanya juga empat calon haji yang dinyatakan istitaah, namun dengan pendampingan orang, baik itu pendampingan oleh keluarga, petugas, atau oleh jemaah yang ditunjuk oleh Kementerian Agama Kota Mataram.

"Sementara jemaah yang masuk kategori risiko tinggi, baik berat, sedang, maupun ringan, tetap akan mendapatkan pendampingan petugas termasuk untuk kesiapan obat-obatan," katanya.

Dewi menyebutkan, total calon haji Kota Mataram yang sudah melakukan tes kesehatan hingga saat ini tercatat sebanyak 778 orang.Jemaah yang melakukan pemeriksaan kesehatan merupakan kuota reguler dan cadangan.

"Selama jemaah baik reguler maupun cadangan jika membawa surat rekomendasi dari Kemenag untuk pengecekan kesehatan, kami tetap layani," katanya.

Subkoordinator Seksi Surveilans, Imunisasi dan Kesehatan Haji Dinkes Kota Mataram, Masehan, sebelumnya mengatakan berbagai hasil pemeriksaan kesehatan jemaah dimasukkan langsung ke aplikasi Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) untuk memudahkan pemantauan kondisi kesehatan mereka.

"Karena itu, jemaah yang membawa obat-obatan juga harus diregistrasi dalam Siskohat agar tidak dikeluarkan saat berada di embarkasi," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Manusia Tak Beradab, Penyembelih Binatang Superlangka, Tapir, Harus Dihukum Berat

Manusia Tak Beradab, Penyembelih Binatang Superlangka, Tapir, Harus Dihukum Berat

03 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.