Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Masyarakat Buleleng Gelar Tradisi 'Ngusaba Bukakak'

📅 Minggu, 13 Apr 2025, 20:52 WIB | Oleh:
Masyarakat Buleleng Gelar Tradisi 'Ngusaba Bukakak' Doc: ANTARA/HO-Humas Pemkab Buleleng
Ket. Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra dan Wakil Bupati I Gede Supriatna berfoto bersama sejumlah tokoh Desa Giri Emas, Kabupaten Buleleng, Bali, Minggu (13/4).

BULELENG - Ribuan masyarakat di Desa Giri Emas, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, Bali merayakan tradisi ritual "Ngusaba Bukakak" yakni sebuah tradisi agama dan budaya sebagai simbol kesuburan.

"Masyarakat kami merayakan tradisi yang sudah masuk sebagai salah satu Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) di Kabupaten Buleleng ini," kata Ketua Panitia Tradisi Ngusaba Bukakak Desa Giri Emas Wayan Sunarsa, Buleleng, Minggu (13/4).

Ia menyampaikan tradisi Bukakak merupakan simbol kesuburan Desa Giri Emas yang berujud seekor burung garuda terbuat dari ambu (daun enau muda) dengan dihiasi bunga kembang sepatu (pucuk bang).

Ngusaba Bukakak tersebut bertujuan untuk mengucapkan terima kasih kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa dalam manifestasinya sebagai Dewi Kesuburan, atas kesuburan tanah dan segala hasil pertanian yang melimpah.

Sunarsa menjelaskan "Bukakak" juga merupakan simbol perpaduan antara sekta Siwa, Wisnu dan Sambhu. Dimana, untuk sarana ditempatkan di dalam Bukakak yakni seekor babi yang diguling sebagian tubuhnya.

"Babi itu hanya matang di bagian punggungnya saja, sedangkan bagian bawahnya dibiarkan mentah. Sehingga babi tersebut memiliki 3 warna yakni merah, putih dan hitam," ucap Sunarsa.

Tidak hanya bentuknya yang unik, Bukakak ini juga hanya diperbolehkan diusung warga yang sudah dewasa, untuk yang masih remaja diperbolehkan mengusung sarad alit.

"Pakaiannya pun lain. Untuk warga yang dewasa atau sudah nikah menggunakan pakaian putih merah, sedangkan yang masih remaja atau belum nikah menggunakan pakaian putih kuning.

Dalam kesempatan tersebut, hadir pada ritual Ngusaba Bukakak yakni Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidradan dan Wakil Bupati I Gede Supriatna bersama sejumlah tokoh di Kabupaten Buleleng.

Kehadiran pimpinan daerah pada tradisi-tradisi keagamaan menjadi salah satu perwujudan mengimplementasikan visi misi pasangan kepala daerah tersebut yakni Nangun Sad Kertih Loka Bali di Kabupaten Buleleng, dimana salah satu poin penting terkait pembangunan di bidang agama, adat dan budaya. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Keajaiban di Venezuela, Tim...
Megapolitan
Padamkan Kebakaran TPA Jati...
Luar Negeri
Iran Nyatakan Penjualan Min...
  • Shell dan Pertamina Kompak Pangkas Harga BBM Per 1 Juli 2026, Intip Siapa Paling Murah!
    Preview komentar:
    QLola Cash Management - BRI Cara aktivasi QLola ...
    QLola ib token cara Untuk Penguna Qlola aktivasi ...
  • Disnakertrans Cianjur: 42 PMI Alami Masalah di Negara Tujuan
    Preview komentar:
  • Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara, Sebut Putusan Hakim Abaikan Fakta Persidangan
    Preview komentar:
Presiden dan Wapres Tiba di Lokasi Upacara HUT Ke-80 Bhayangkara

Presiden dan Wapres Tiba di Lokasi Upacara HUT Ke-80 Bhayangkara

01 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.