Guru Sekolah Rakyat Harus Tinggal di Asrama
📅 Sabtu, 12 Apr 2025, 23:23 WIB | Oleh: Muhamad Ma'rup
Doc: Muhamad Marup
JAKARTA - Guru Sekolah Rakyat harus tinggal di asrama sesuai konsep sekolah tersebut. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, mengatakan, dalam proses seleksi guru Sekolah Rakyat akan ada berbagai tes, salah satunya tes psikologi.
"Karena nanti kan gurunya itu harus tinggal di asrama. Dan harus menjadi guru yang mendampingi murid-murid yang berasal dari latar belakang masyarakat yang tidak mampu itu," ujar Mu'ti, saat diskusi dengan media, di Jakarta, Jumat (11/4).
Dia mengungkapkan, guru di Sekolah Rakyat diusahakan sudah mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG). Guru tersebut juga harus belum ada penempatan mengajar.
Mu'ti menambahkan, seleksi guru di Sekolah Rakyat akan dilakukan secara terbuka. Adapun status bagi guri di sekolah rakyat menggunakan sistem kontrak.
"Nanti seleksinya itu seleksi terbuka. Seleksi terbuka yang itu nanti sistemnya kontra. Jadi dia bukan ASN, bukan PPPK, tapi guru kontrak," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Mendikdasmen menyebut Sekolah Rakyat tidak harus dilaksanakan pada bulan April. Menurutnya, jika Sekolah Rakyat belum siap maka pelaksanaannya bisa setelah sekolah biasa menggelar kegiatan belajar mengajar.
"Sekolah rakyat itu, masuknya tidak harus sama dengan tahun ajaran sekolah yang mulai bulan Juli ya. Kalau memang belum siap, bisa saja mulai nanti Agustus, atau, September," jelasnya.
Dia menjelaskan Sekolah Rakyat akan menggunakan sistem multi-entry, multi-exit. Tidak seperti sekolah biasa yang masuk bersama-sama setiap kelasnya, Sekolah Rakyat dimungkinkan berbeda tiap kelas dengan basis capaian pembelajaran.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Disebut sebagai multi-entry, karena dia bisa masuk di level mana saja. Disebut multi-exit itu artinya, kalau dia capaian pembelajaran sudah memenuhi, dia bisa capaian pembelajaran yang berikutnya," ucapnya.
Sebelumnya, Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf, mengatakan rekrutmen siswa dan guru Sekolah Rakyat akan mulai pada bulan April. Prosesnya menunggu finalisasi petunjuk teknisn (juknis) Sekolah Rakyat.
"Kita milai (rekrutmen) insya Allah di bulan April. Doakan saja. Nanti makanya saya akan koordinasi untuk memfinalkan draft juknis ini," ucapnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!