Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gerakan 'Asih Ka Indung' Resmi Diluncurkan Pemkab Bekasi

📅 Jumat, 11 Apr 2025, 22:18 WIB | Oleh:
Gerakan 'Asih Ka Indung' Resmi Diluncurkan Pemkab Bekasi Doc: Antara Foto
Ket. Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat meluncurkan gerakan sosial 'Asih Ka Indung' dengan mewajibkan seluruh pejabat memiliki orang tua asuh yang disantuni secara rutin setiap bulan untuk meringankan beban masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat meluncurkan gerakan sosial 'Asih Ka Indung' dengan mewajibkan seluruh pejabat memiliki orang tua asuh yang disantuni secara rutin setiap bulan untuk meringankan beban masyarakat.

Pada tahap pertama atau peluncuran ini, santunan diberikan secara serentak oleh 270 pejabat kepada kelompok penerima manfaat yang tersebar di 187 desa/kelurahan. Sejumlah bantuan disalurkan baik uang tunai maupun paket sembako.

"Tujuannya untuk meringankan beban masyarakat. Dari sisi pejabat agar dapat merefleksikan kesadaran masing-masing. Tapi saya yakin pejabat di Kabupaten Bekasi, ini sudah jadi hal kebiasaan masing-masing, ini hanya di-cover program. Artinya Bekasi sayang ke Indung," kata Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang usai peluncuran program, Jumat.

Ia menyebutkan tidak ada batasan santunan yang diberikan, baik itu bentuk maupun nominal. Semua jenis santunan diserahkan pada setiap pejabat beserta organisasi perangkat daerah. Namun harus dipastikan penerima bantuan merupakan warga yang belum menerima bantuan dalam program apapun.

"Kalau memang itu ibarat bantuan langsung tunai, sedekah, yang belum terdata sama pemerintah daerah maupun pusat, belum memiliki bantuan, nah itu yang menerima bantuan pada program ini. Nah itu yang kami data," katanya.

Sebaiknya Anda baca juga:

Ade mengaku program ini merupakan turunan dari program serupa yang digulirkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. "Intinya setiap pejabat harus memiliki ibu asuh yang harus disantuni dan itu merupakan program dari Pemprov Jabar yang kemudian diturunkan pada Bekasi," ucap dia.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bekasi Hasan Basri mengatakan peluncuran program ini diikuti oleh 270 pejabat dari tingkat eselon IIA hingga IIIB, baik di tingkat pemerintah daerah maupun pemerintah kecamatan.

"Jadi mulai dari pimpinan bupati dan wakil bupati, sekretaris daerah, seluruh kepala dinas, sekretaris dinas, sampai ke kepala bidang turut menyantuni. Sampai ke kecamatan, seluruh camat dan sekretaris camat," katanya.

Hasan mengaku pemerintah daerah berencana untuk memperluas penyantun program ini dengan menyasar pejabat eselon IV a dan b sehingga jumlah penerima manfaat akan meningkat.

"Setelah kami koordinasi dengan Badan Kepegawaian dan Pelatihan Sumber Daya Manusia, jika seluruh eselon IV diikutsertakan akan menjadi sekitar 500 orang yang ikut serta," ucapnya.

Penyaluran bantuan dapat diberikan dalam bentuk uang tunai, paket sembako maupun peralatan usaha. Setiap pejabat tidak dibebankan pada nominal tertentu namun program ini wajib dilakukan secara berkesinambungan, setiap bulan.

"Tidak ada patokan berapa yang jelas disalurkan setiap bulan secara rutin. Nanti ada laporan, kewajiban setiap organisasi perangkat daerah untuk melaporkan setiap giat penyaluran ke kami. Itu yang nanti akan dilaporkan pada pimpinan," katanya.

Ia juga menyampaikan penerima manfaat bantuan ini akan disesuaikan dengan data yang dikirimkan oleh setiap kecamatan. "Jadi ada LO-nya yang menyisir warga yang belum menerima bantuan apapun di setiap kecamatan. Data itu kemudian diberikan ke setiap OPD untuk menjadi target sasaran penerima bantuan," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Asosiasi Ojek Online: Aturan Bagi Hasil 92:8 Persen Beri Dampak Nyata Pengemudi Ojol
    Preview komentar:
    Pak presiden jangan percaya lap.bawahan yg ada ojol ...
    Mending naikin tarif sekalian, minimal tarif ojol 15-20 ...
  • Ketahanan Pangan Diperkuat Rp195,3 Triliun, Mampukah Harga Pangan Ikut Stabil?
    Preview komentar:
    Meskipun fokus RAPBN 2027 ini sangat kuat pada ...
  • Tenun Dinilai Menekraf Harus Ditampilkan Agar Nilai Ekonominya Berkembang
    Preview komentar:
    Langkah strategis Kementerian Ekraf dalam mensertifikasi desain tenun ...
Advertisement
injourney
Advertisement
bni-atasdetailmobile
Advertisement
astra2
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Daerah
Penurunan jumlah penduduk m...
Luar Negeri
Korban Gempa Kolombia Terus...
Nasional
Kreativitas siswa semarakka...
Daerah
Pembersihan eceng gondok di...
Ekonomi
RAPBN dan Nota Keuangan tah...

Evakuasi kapal Mentawai Fast di Padang

4 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Evakuasi kapal Mentawai Fas...
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Kondisi Terkini Pascagempa NTT: 9.290 Warga Masih Bertahan di Pengungsian

Kondisi Terkini Pascagempa NTT: 9.290 Warga Masih Bertahan di Pengungsian

16 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.