Komisi Eropa Ingatkan Tiongkok Agar Hindari Eskalasi
📅 Kamis, 10 Apr 2025, 01:00 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: afp
Istanbul - Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dalam percakapan telepon dengan Perdana Menteri Tiongkok Li Qiang memperingatkan agar tidak terjadi eskalasi lebih lanjut terkait tarif impor Amerika Serikat (AS).
"Presiden menyerukan resolusi yang dinegosiasikan terhadap situasi saat ini, dengan menekankan perlunya menghindari eskalasi lebih lanjut," kata Ursula von der Leyen pada Selasa (8/4)
Seperti dikutip dari Antara, von der Leyen menekankan tanggung jawab Tiongkok dan Uni Eropa (EU) untuk mendukung sistem perdagangan yang kuat dan terstruktur, bebas, adil, dan didasarkan pada kesetaraan.
"Presiden menggarisbawahi pentingnya stabilitas dan prediktabilitas untuk ekonomi global," tambah pernyataan itu, dengan menyebutkan bahwa von der Leyen menunjukkan peran penting Tiongkok dalam menangani kemungkinan pengalihan perdagangan yang disebabkan oleh tarif.
Perdana Menteri Tiongkok dan von der Leyen membahas pembentukan mekanisme untuk memantau potensi pengalihan perdagangan dan merespon "dengan tepat" terhadap setiap perkembangan.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Dia juga mengingatkan urgensi solusi struktural guna menyeimbangkan kembali hubungan perdagangan bilateral dan memastikan akses yang lebih baik bagi bisnis Eropa, produk, dan layanan ke pasar Tiongkok," kata pernyataan itu.
Pejabat EU tersebut juga menegaskan kembali perlunya perdamaian yang adil dan abadi di Ukraina, dengan menekankan situasi perdamaian harus ditentukan oleh Kyiv.
"Dia mengajak Tiongkok untuk mengintensifkan upayanya untuk memberikan kontribusi yang berarti terhadap proses perdamaian," tambah pernyataan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Presiden AS Donald Trump pada pekan lalu mengumumkan bahwa ia akan mengenakan tarif tambahan sebesar 34 persen di atas tarif 20 persen yang dikenakan sebelumnya tahun ini, sebagai bagian dari tarif "timbal balik" terhadap beberapa negara. Dia juga mengancam akan mengenakan tarif tambahan sebesar 50 persen jika Beijing tidak menarik tindakan pembalasan mereka.
Untuk impor dari Uni Eropa, Trump telah mengenakan tarif sebesar 20 persen.
Perluas Pasar
Lebih lanjut, EU tengah menjajaki penguatan hubungan dagang dengan Indonesia dan beberapa negara lain di Asia untuk merespons pemberlakuan tarif impor oleh AS, menurut Komisaris EU untuk Keamanan Perdagangan dan Ekonomi Maros Sefcovic.
Langkah itu menjadi salah satu strategi yang akan dilakukan EU selain menempuh jalur negosiasi dengan AS, kata Sefcovic.
Selain dengan Indonesia, Uni Eropa juga akan meningkatkan hubungan perdagangan dengan India, Thailand, Filipina, dan negara-negara Teluk, kata pejabat EU itu.
Para negosiator EU juga akan dimintai masukan untuk mempercepat pembahasan soal perdagangan bebas dengan negara-negara tersebut, kata dia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!