Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tiongkok Tidak Mau Perang Dagang Tapi Tak Takut Tarif 125 Persen

📅 Jumat, 11 Apr 2025, 16:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tiongkok Tidak Mau Perang Dagang Tapi Tak Takut Tarif 125 Persen Doc: Antara
Ket. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Lin Jian

Beijing - Pemerintah Tiongkok menegaskan tidak ingin melakukan perang dagang, tapi karena Amerika Serikat  (AS) menerapkan tarif yang merugikan masyarakat Tiongkok, maka pemerintah Tiongkok tidak akan takut menghadapinya.

"Tiongkok tidak ingin berperang, tetapi tidak takut. Kami tidak akan tinggal diam ketika hak dan kepentingan sah rakyat Tiongkok dirugikan atau ketika rezim perdagangan multilateral dirusak. Jika AS bertekad untuk berperang tarif dan perdagangan, respon Tiongkok akan terus berlanjut sampai akhir," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing pada Kamis (10/4)

Pada Rabu (9/4) sore waktu AS, Trump mengumumkan penundaan selama 90 hari atas tarif timbal balik ke lebih dari 75 negara mitra dagangnya, tapi sekaligus mengungkapkan AS akan segera menetapkan tarif impor terhadap produk-produk asal Tiongkok menjadi 125 persen.

"Berdasarkan kurangnya rasa hormat yang ditunjukkan Tiongkok terhadap pasar dunia, saya dengan ini menaikkan tarif yang dikenakan Amerika Serikat terhadap Tiongkok menjadi 125 persen, berlaku segera," tulis Trump dalam akun media sosial di X, Trump Social.

Sebelumnya negara-negara itu dijadwalkan akan dikenakan tarif lebih tinggi dari batas dasar tarif 10 persen pada Rabu (9/4).

"Jika AS mengutamakan kepentingannya sendiri di atas kebaikan publik masyarakat internasional dan mengorbankan kepentingan semua negara demi hegemoninya sendiri, AS pasti akan menghadapi tentangan yang lebih kuat dari masyarakat internasional," tambah Lin Jian.

Lin Jian menegaskan Tiongkok mengambil tindakan balasan yang diperlukan terhadap tindakan intimidasi AS demi menjaga kedaulatan, keamanan, dan kepentingan pembangunannya dan yang lebih penting, untuk menegakkan keadilan dan kesetaraan internasional serta rezim perdagangan multilateral, dan melindungi kepentingan bersama masyarakat internasional.

"Tujuan yang adil didukung oleh banyak orang. Langkah Amerika yang melawan tren zaman tidak akan mendapat dukungan dan berakhir dengan kegagalan," ungkap Lin Jian.

Terkait kemungkinan untuk melakukan negosiasi tarif dengan AS, Lin Jian mengatakan AS harus menunjukkan bahwa mereka siap memperlakukan orang lain dengan kesetaraan, rasa hormat, dan saling menguntungkan.

"AS masih menyalahgunakan tarif terhadap Tiongkok, kami dengan tegas menolak dan tidak akan pernah menerima tindakan hegemonik dan intimidasi tersebut. Jika AS memutuskan untuk hanya peduli dengan kepentingan AS sendiri, Tiongkok, dan seluruh dunia, dan bertekad untuk melawan perang tarif dan dagang, respon Tiongkok pun akan terus berlanjut sampai akhir," tegas Lin Jian.

Lin Jian pun mengakui hubungan Tiongkok-AS saat ini ikut melemahkan fondasi sosial dan hubungan antarmasyarakat Tiongkok dan AS.

"Hal ini telah menghambat pertukaran dan kerja sama antara kedua negara di berbagai bidang, tapi Tiongkok akan terus mengambil langkah-langkah kuat untuk melindungi hak dan kepentingannya sendiri yang sah," kata Lin Jian.

Dalam pernyataannya, Trump mengatakan bahwa penangguhan itu diberikan karena negara-negara tersebut telah menghubungi mitra mereka di AS untuk mencari solusi terkait isu-isu perdagangan, hambatan dagang, tarif, manipulasi mata uang dan tarif non-moneter.

Selain itu negara-negara tersebut juga tidak melakukan tindakan balasan terhadap AS "dalam bentuk apa pun".

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Insiden Maut Chiang Rai: Te...

Yen Jepang Makin Terperosok Dekati Rekor Terendah

25 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Yen Jepang Makin Terperosok...
Luar Negeri
Armenia Terbelah Dua Kubu A...
Nasional
DPR Dorong Distribusi Digit...
Luar Negeri
Pekerja Mogok Kerja, Layana...
Daerah
Bangka Tengah Tanam Padi Go...
Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.