Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dukung Pertumbuhan Ekonomi, KemenP2MI Promosikan Produk UMKM Purna PMI

📅 Kamis, 27 Mar 2025, 18:56 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Dukung Pertumbuhan Ekonomi, KemenP2MI Promosikan Produk UMKM Purna PMI Doc: Kemen P2MI
Ket. Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Christina Aryani (kiri) ingin agar usaha yang dibangun purna pekerja migran Indonesia (PMI) terus berkelanjutan

JAKARTA - Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Christina Aryani ingin agar usaha yang dibangun purna pekerja migran Indonesia (PMI) terus berkelanjutan.

Harapannya, ada peningkatan omzet dan menambah pendapatan keluarga , bisa menjadi contoh baik bagi pekerja migran Indonesia lain dan memperkuat perekonomian nasional.

"Bahwa dengan kegigihan dan kerja keras, pergi migran pulang juragan bisa benar-benar diimplementasikan," katanya di Jakarta, Kamis (27/3)

Pada Rabu (26/3), Wamen Christina bertemu Hadi, UMKM Pekerja Migran Indonesia purna eks Korea di Desa Langko, Lombok Barat yang memproduksi berbagai produk UMKM yang berasal dari nira kelapa bernama Usaha Serbat Jahe LBS Mandiri.

Produk UMKM milik Hadi ini turut dipromosikan Wamen Christina menjadi bingkisan Idul Fitri untuk Kabinet Merah Putih Prabowo Subianto.

"Kami mempromosikan produk Serbat Jahe LBS Mandiri ini dengan mengirimkannya bersama produk UMKM pekerja migran purna lainnya dalam hampers Idul Fitri untuk Kabinet Merah Putih," ungkap Christina.

Dia menyebut, Kementerian P2MI melalui Direktorat Jenderal Pemberdayaan juga memiliki berbagai program pemberdayaan untuk pekerja migran Indonesia purna.

Di antaranya literasi keuangan untuk pekerja migran, pendampingan usaha serta kurasi produk yang dihasilkan. Termasuk menghubungkan UMKM pekerja migran purna dengan pasar dan stakeholder terkait.

"Kami juga mencoba membantu membuka akses mereka melalui kerja sama dengan kementerian lain," sambung politisi Partai Golkar ini.

Saat ini Kementerian P2MI juga tengah menunggu Peraturan dari Menteri Koordinator bidang Perekonomian terkait kredit usaha rakyat (KUR) untuk pekerja migran Indonesia dan pekerja migran purna. 

Diketahui, plafon KUR yang disediakan pemerintah dan bisa diakses calon pekerja migran mencapai Rp200 miliar untuk tahun 2025.

"Diskusi awal, KUR pekerja migran diperuntukkan bagi mereka yang akan bekerja di luar negeri. Namun tidak menutup kemungkinan membantu pekerja migran purna mengembangkan usahanya dengan mengakses KUR Mikro setelah tidak lagi bekerja di luar negeri," tutup Christina Aryani.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.