Putin Setuju Usulan AS Soal Gencatan Senjata di Ukraina
📅 Sabtu, 15 Mar 2025, 11:55 WIB | Oleh: Lili Lestari
Doc: AP
MOSKOW - Presiden Russia Vladimir Putin mengatakan pada hari Kamis (13/3), ia pada prinsipnya setuju dengan usulan AS untuk gencatan senjata selama 30 hari di Ukraina, namun ia menekankan bahwa persyaratannya belum diselesaikan dan gencatan senjata apa pun harus membuka jalan menuju perdamaian abadi.
"Ide itu sendiri benar, dan kami tentu mendukungnya," kata Putin dalam konferensi pers di Moskow yang dikutip dari Associated Press.
"Namun, ada beberapa masalah yang perlu kita bahas, dan saya pikir kita perlu membicarakannya dengan rekan dan mitra Amerika kita dan, mungkin, menelepon Presiden Trump dan membahasnya dengannya," lanjut Putin.
Presiden AS Donald Trump mengatakan ada "sinyal-sinyal baik" yang keluar dari Russia. Ia menyampaikan optimisme yang hati-hati tentang pernyataan Putin. Ia menegaskan kembali bahwa ia siap untuk berbicara dengan Putin dan menggarisbawahi bahwa sudah saatnya untuk mengakhiri perang.
Putin “mengeluarkan pernyataan yang sangat menjanjikan, tetapi itu belum lengkap,” kata Trump pada hari Kamis di awal pertemuan di Gedung Putih dengan Sekjen NATO Mark Rutte.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Sekarang kita akan melihat apakah Russia ada di sana atau tidak. Dan jika tidak, itu akan menjadi momen yang sangat mengecewakan bagi dunia,” kata Trump.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan Putin “pada dasarnya bersiap untuk menolak” gencatan senjata.
Putin "takut memberi tahu Presiden Trump secara langsung bahwa ia ingin melanjutkan perang ini, bahwa ia ingin membunuh warga Ukraina," kata Zelenskyy dalam pidatonya yang disampaikan setiap malam kepada rakyat.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Itulah sebabnya, di Moskow, mereka mengepung gagasan gencatan senjata dengan prasyarat sedemikian rupa sehingga tidak akan ada hasilnya — atau setidaknya, akan ditunda selama mungkin," katanya.
Presiden Russia, imbuhnya, “sering bertindak seperti ini. Ia tidak langsung mengatakan 'tidak', tetapi memastikan semuanya berlarut-larut dan solusi normal menjadi tidak mungkin.”
Putin, yang melancarkan invasi ke Ukraina lebih dari tiga tahun lalu, mencatat perlunya mengendalikan kemungkinan pelanggaran gencatan senjata dan mengisyaratkan bahwa Russia akan mencari jaminan bahwa Ukraina tidak akan menggunakan jeda permusuhan untuk mempersenjatai kembali dan melanjutkan mobilisasi.
“Kami setuju dengan usulan untuk menghentikan pertempuran, tetapi kami berasumsi gencatan senjata akan menghasilkan perdamaian abadi dan menghilangkan akar penyebab krisis,” kata Putin.
Pemimpin Russia menyampaikan pernyataan itu beberapa jam setelah kedatangan utusan khusus Trump, Steve Witkoff, di Moskow untuk membicarakan gencatan senjata, yang telah disetujui Ukraina. Seorang penasihat Kremlin mengatakan Putin berencana bertemu dengan Witkoff pada Kamis malam.
Upaya diplomatik tersebut bertepatan dengan klaim Russia bahwa pasukannya telah mengusir tentara Ukraina dari kota utama di wilayah perbatasan Kursk Russia, tempat Moskow berusaha selama tujuh bulan untuk mengusir pasukan Ukraina dari tempat mereka berpijak.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!