Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Saki Tamogami: Wanita Jepang Pensiun Dini di Usia 34 Berkat Gaya Hidup Hemat

📅 Kamis, 13 Mar 2025, 07:00 WIB | Oleh:
Saki Tamogami: Wanita Jepang Pensiun Dini di Usia 34 Berkat Gaya Hidup Hemat Doc: Istimewa
Ket. Saki Tamogami

Seorang wanita di Jepang pensiun dini di usia 34 tahun. Bukan karena dipensiunkan kantor atau dipecat, tapi dia sudah memiliki kestabilan finansial, sehingga punya cukup harta untuk menghidupi diri sendiri sampai tua.

Wanita yang diketahui bernama Saki Tamogami ini memang sehari-harinya hidup sederhana dan selalu berhemat. Selama 16 tahun, dia hanya menghabiskan uang 200 yen atau sekitar Rp 26 ribu per hari. Kebiasaan itu membuat dia bisa menabung dan mempunyai dana cukup untuk pensiun di usia muda.

Bagaimana bisa Saki hidup dengan uang makan Rp 26 ribuan per hari? Seperti diberitakan Mashable, dia tidak pernah membeli baju sejak usianya 18 tahun. Baju-baju yang dipakai sehari-harinya merupakan lungsuran atau pemberian orang.

Sementara untuk makan dia biasanya memasak udon dengan sayuran, yang hanya memakan biaya 25 yen atau sekitar Rp 3.300.

"Selagi bisa mengisi perut, apa yang aku makan tidak terlalu berbeda," katanya.

Pada usia 29 tahun dia bahkan memotong rambutnya sendiri dan menjualnya untuk mendapatkan uang tambahan sebesar Rp 416 ribu.

Berkat gaya hidup serba irit, Saki bisa menumpuk pundi-pundi uang yang digunakannya untuk membeli tiga rumah, seharga total 55 juta yen atau sekitar Rp 7,3 miliar. Dia juga mendirikan kafe khusus pecinta kucing.

Rumah-rumah tersebut dibeli untuk kemudian disewakan. Dari sewa rumah, Saki bisa mendapatkan penghasilan 300 ribu yen (Rp 40 jutaan) per bulan, sehingga ia merasa tak perlu lagi bekerja setiap hari.

Saki memang punya impian bisa pensiun sebelum usianya menginjak 35 tahun. Berkat tekad kuat untuk berhemat ia pun berhasil mewujudkannya.

"Simpan tenaga dan uangmu untuk sesuatu yang kamu suka; hanya dengan begitu, baru dikatakan kamu bisa bertanggung jawab terhadap dirimu sendiri," tuturnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Ekonomi
Tekan Kenaikan Harga, Pemka...
Daerah
ASN di Kepulauan Riau Bisa ...
Daerah
Perum Bulog Belitung Pastik...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.