Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BPBD Laporkan Empat Desa di Sulteng Terendam Banjir

📅 Kamis, 13 Mar 2025, 22:40 WIB | Oleh:
BPBD Laporkan Empat Desa di Sulteng Terendam Banjir Doc: ANTARA/HO-BPBD Sulteng
Ket. Banjir merendam rumah warga di Desa Bambasiang, Parigi Moutong, Kamis (13/3/2025).

Palu, 13/3  - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) melaporkan empat desa di provinsi ini terendam banjir karena intensitas curah hujan tinggi, dan sedang melakukan koordinasi untuk penanganan di lapangan.

"Berdasarkan laporan yang kami terima, banjir terjadi di Kabupaten Donggala dan Parigi Moutong," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sulteng Andy Sembiring di Kota Palu, Kamis malam.

Ia menerangkan banjir terjadi di Desa Balau, Kecamatan Balaesang, Kabupaten Donggala dan Desa Tomini Barat, Ogoansam dan Bambasiang, Kecamatan Tomini, Kabupaten Parigi Moutong.

Andy mengatakan peristiwa banjir di Kabupaten Donggala terjadi pada sekitar pukul 15.30 WITA karena curah hujan tinggi yang menyebabkan air sungai meluap merendam pemukiman warga. Begitu pula banjir merendam tiga desa di Kabupaten Parigi Moutong pada sekitar pukul 18.00 WITA.

Menurut dia, pihaknya masih berkoordinasi dengan tim reaksi cepat (TRC) BPBD kabupaten setempat, yang saat ini juga melakukan koordinasi dengan aparat desa dan melakukan asesmen.

Namun, kata dia berdasarkan asesmen sementara, tiga kepala keluarga (KK) dan tiga unit rumah terdampak banjir di Desa Balau.

Sementara itu, dua unit fasilitas pendidikan terendam banjir, tanggul sungai Popa jebol, dan jumlah rumah warga terendam masih dalam pendataan di Desa Tomini Barat.

Ia mengatakan sekitar 50 unit rumah terdampak banjir di Desa Ogoansam, dengan 30 unit rumah rusak berat dan 50 KK terdampak. Sementara enam rumah warga terdampak banjir di Desa Bambasiang, dimana empat rumah warga hanyut.

"Sekitar 50 KK yang terdampak saat ini mengungsi ke daerah pegunungan. Selain itu, akses jalan Desa Ogoansam ke Desa Bambasiang terputus," ujarnya.

Ia mengatakan bahwa kebutuhan mendesak saat ini adalah logistik sembako. Meski demikian, hujan sudah mulai reda, namun banjir masih merendam rumah warga.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

31 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

55 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
Nasional
Tanggapan Istana Usai Wamen...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.