Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kenali Ciri-ciri Anak Berkebutuhan Khusus Sejak Dini

📅 Rabu, 12 Mar 2025, 08:01 WIB | Oleh:
Kenali Ciri-ciri Anak Berkebutuhan Khusus Sejak Dini Doc: ANTARA/Darwin Fatir.
Ket. Dokter spesialis tumbuh kembang anak Merlyn Meta Astari, Sp.A mmberikan penjelasan terkait tumbuh kembang anak di Klinik Klinik Biodika Makassar, Sulawesi Selatan.

Makassar, 12/3  - Dokter Spesialis Tumbuh Kembang Anak Merlyn Meta Astari mengingatkan kepada orang tua agar memahami ciri-ciri anak yang memiliki gejala dini berkebutuhan khusus dan menyarankan rutin memeriksakan kondisi anak ke klinik maupun fasilitas kesehatan.

"Perkembangan tumbuh kembang anak harus dipantau atau diskrining sejak dini. Bila usianya enam bulan sudah bisa diketahui ciri-cirinya. Selanjutnya, sembilan bulan, 18 bulan, 24 bulan, hingga 30 bulan," katanya di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa.

Menurutnya, gejala dini Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) tersebut sudah bisa terpantau pada usia 6-18 bulan dimana ada perbedaan antara lain kemampuan berbicara, berinteraksi, serta perilaku seperti tidak tersenyum atau merespons rasa bahagia, tidak meniru suara, dan tidak menunjukkan ekspresi wajahnya pada usia sembilan bulan.

Kemudian pada usia 12 bulan tidak mengoceh layaknya anak normal, Sedangkan pada usia 14 bulan tidak memberikan gesture tubuh dan pada usia 16 bulan tidak dapat mengucapkan kata-kata layaknya anak normal.

Dokter Merlyn mengatakan ada beberapa faktor anak menjadi ABK baik itu autis, delay speech (terlambat berbicara), ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) atau gangguan perkembangan saraf dengan kesulitan fokus, hiperaktivitas, dan impulsivitas maupun gejala lainnya.

Selain penyebab karena gen orang tuanya, lanjut dia, penyebab pemicu ABK adalah pembiaran anak menonton seperti televisi, ponsel, tablet secara berlebihan yang diberikan orang tua pada usia balita.

"Biasanya orang tua biar anaknya diam, biar kerjaannya selesai dikasih nonton televisi atau dikasih ponsel. Padahal usia anak itu masih muda, misalnya enam bulan, lalu terpapar gambar-gambar dan suara itu di televisi atau ponsel, maka itu semakin jelek (berpotensi ABK)," katanya.

Oleh karena itu para orang tua harus memberikan batasan-batasan anak agar tidak terpapar alat elektronik yang memicu anak kehilangan fokus serta memperlambat kerja-kerja motor halus dan motor kasar pada otaknya di masa tumbuh kembang anak.

"Anak dua tahun itu menyerap semua apa yang ada dilihat dan didengarnya serta tidak tahu mana benar dan salah, apalagi disajikan gambar-gambar atau suara-suara menarik. Makanya, harus diberikan batasan," tutur Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (Unhas) itu.

Bila orang tua menemukan gejala dini anak yang diduga memiliki ciri-ciri ABK, kata dia, segera diperiksakan ke dokter spesialis anak.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Lulusan Banyak, Tapi Tak Sesuai Kebutuhan Industri? Menaker Ungkap Solusinya
    Artikel yang sangat edukatif dalam membedah akar permasalahan ...
  • Kemenperin Perkuat Industri Otomotif Nasional lewat Peningkatan TKDN dan SNI
    Saya sangat sependapat dengan pandangan komprehensif Bapak Saleh ...
  • Pelumasan Sintetis Dorong Produktivitas dan Daya Saing Industri Plastik
    Informasi spesifik mengenai penghematan konsumsi energi hingga 10 ...
  • Kemenperin akan Gunakan Nilai Tambah untuk Ukur Kinerja Manufaktur
    Keberhasilan Indonesia menempati peringkat ke-12 dunia sekaligus memimpin ...
  • Kemenperin akan Arahkan Industri 2027 pada Hilirisasi dan Industri Hijau
    Prestasi Indonesia yang berhasil naik ke peringkat 12 ...
Rona
Rony Parulian Tampil Lebih ...
Advertisement
Tampil Ganas Usai Tumbang di Tunggal, Janice Tjen dan Bintang Kanada Babat Lawan di US Open

Tampil Ganas Usai Tumbang di Tunggal, Janice Tjen dan Bintang Kanada Babat Lawan di US Open

04 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.