Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jepang-Filipina Tingkatkan Kerja Sama Pertahanan

📅 Kamis, 27 Feb 2025, 02:59 WIB | Oleh:
Jepang-Filipina Tingkatkan Kerja Sama Pertahanan Doc: AFP/Ted ALJIBE
Ket. Menhan Filipina, Gilberto Teodoro (kanan), berjabat tangan dengan Menhan Jepang, Gen Nakatani, dalam sebuah konferensi pers di Manila pada Senin (24/2). Pada pertemuan bilateral ini, kedua menhan sepakat untuk meningkatkan hubungan militer

MANILA - Kepala pertahanan Jepang dan Filipina sepakat untuk meningkatkan hubungan militer bilateral atas keprihatinan bersama yang didorong oleh situasi keamanan yang semakin parah dalam sengketa wilayah masing-masing dengan Tiongkok.

Kedua pejabat tersebut bertemu di tengah serangkaian kunjungan ke Manila dalam beberapa hari terakhir oleh sekutu asing dan mitra baru dalam kerja sama militer yang diperluas dengan Filipina.

Kunjungan tersebut termasuk kedatangan Laksamana Samuel Paparo, perwira tinggi militer Amerika Serikat (AS) di Pasifik, dan persinggahan kapal induk Prancis, Charles de Gaulle, beserta kelompok kapal pendukungnya.

Menteri Pertahanan Jepang, Gen Nakatani, tiba di Manila selama akhir pekan, dua bulan setelah Senat Filipina meratifikasi perjanjian pertahanan baru dengan Tokyo.I.

“(Menhan Filipina, Gilberto Teodoro Jr) dan saya sepakat bahwa lingkungan keamanan di sekitar kita menjadi semakin parah dan bahwa kedua negara sebagai mitra strategis perlu lebih meningkatkan kerja sama dan kolaborasi pertahanan guna menjaga perdamaian dan stabilitas di Indo-Pasifik di tengah situasi seperti ini,” kata Nakatani dalam konferensi pers bersama dengan Menhan Teodoro di Manila pada Senin (24/2) lalu.

Baik Manila maupun Tokyo harus memperdalam kerja sama bilateral demi merasakan manfaatnya, kata Nakatani.

“Pertemuan ini merupakan pertukaran pandangan mengenai isu keamanan regional di Indo-Pasifik, situasi di Laut Tiongkok Timur (LTT) dan Laut Tiongkok Selatan (LTS), dan yang terpenting mengenai inisiatif bersama kita untuk bergerak maju, tidak hanya pada peningkatan keamanan bilateral, tetapi juga dalam mempromosikan kemitraan industri pertahanan yang berkelanjutan, bermanfaat secara ekonomi, dan berkelanjutan,” kata Menhan Teodoro.

Jepang, tidak seperti Filipina, tidak memiliki klaim teritorial yang tumpang tindih dengan klaim Tiongkok yang luas di LTS. Namun, Tokyo memiliki sengketa terpisah dengan Beijing atas sekelompok Kepulauan Senkaku (Diaoyu) yang tidak berpenghuni di LTT.

Klaim Palawan

Sementara itu pada Rabu (26/2) dilaporkan bahwa warga Filipina yang marah telah menggunakan media sosial untuk membantah klaim daring Tiongkok yang menyatakan bahwa Provinsi Palawan, tempat Beijing dan Manila berselisih mengenai terumbu karang yang disengketakan, secara historis merupakan bagian dari Tiongkok. Provinsi kepulauan terbesar di Filipina ini terletak di antara LTS dan Laut Sulu.

Pulau utama Palawan berada di luar apa yang disebut sembilan garis putus-putus yang digunakan Beijing pada petanya untuk mengklaim hak bersejarah atas area yang luas di wilayah tersebut, tetapi beberapa terumbu karang dan beting berada di dalamnya.

Baru-baru ini, ramai unggahan muncul di berbagai platform media sosial Tiongkok termasuk Weibo, Douyin, dan Xiaohongshu yang mengklaim bahwa Palawan sebenarnya adalah Pulau Zheng He, yang dinamai menurut nama seorang penjelajah Tiongkok kuno yang terkenal dan merupakan bagian dari Tiongkok di masa lalu.

Pengguna internet Tiongkok juga mengklaim bahwa Laksamana Zheng He, yang memimpin ekspedisi ke seluruh Asia dan Afrika selama awal Dinasti Ming pada abad ke-15, mampir ke pulau itu berkali-kali dan pulau itu dinamai menurut namanya sebagai tanda penghormatan.

“Semua wilayah yang disengketakan harus diambil kembali,” tulis postingan di platform Douyin.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

32 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

41 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.