Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PKT Pecat Eksekutif Kedirgantaraan Tiongkok karena Korupsi

📅 Senin, 24 Feb 2025, 23:55 WIB | Oleh:
PKT Pecat Eksekutif Kedirgantaraan Tiongkok karena Korupsi Doc: Istimewa

BEIJING - Pengawas antikorupsi Tiongkok pada Senin (24/2), mengatakan, seorang mantan eksekutif pertahanan kedirgantaraan negara itu telah dikeluarkan dari Partai Komunis Tiongkok PKT) karena korupsi, bagian dari pembersihan antikorupsi besar-besaran di seluruh kompleks industri militer Tiongkok.Dikutip dari The Straits Times, menurut pernyataan dari Komisi Pusat Inspeksi Disiplin,  Tan Ruisong, mantan ketua Perusahaan Industri Penerbangan Tiongkok atau Aviation Industry Corporation of China (Avic), “hidup dari sektor militer” dan menerima suap dalam jumlah besar.Langkah tersebut dilakukan setelah 14 delegasi militer dikeluarkan dari badan legislatif nasional Tiongkok dalam dua tahun terakhir, sebagai bagian dari pembersihan militer terbesar di dunia yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam ukuran dan skala.Mereka termasuk empat jenderal, delapan letnan jenderal, dan dua mayor jenderal. Setidaknya tiga eksekutif pertahanan kedirgantaraan lainnya telah dikeluarkan dari badan penasihat politik tertinggi Tiongkok."Tan telah kehilangan cita-cita dan keyakinannya, mengkhianati aspirasi aslinya, menerima jamuan makan yang melanggar peraturan partai, terlibat dalam transaksi kekuasaan untuk seks dan menggunakan jabatannya untuk mencari keuntungan bagi orang lain dalam restrukturisasi perusahaan dan... kontrak proyek rekayasa,", kata pernyataan komisi itu.Kasusnya telah dilimpahkan ke jaksa, pernyataan itu menambahkan.Avic milik negara tidak segera menanggapi permintaan komentar.Kasus Tan muncul tiga bulan setelah seorang pejabat senior militer Tiongkok, Laksamana Miao Hua , diselidiki atas “pelanggaran disiplin serius”.Laksamana Miao pernah menjadi pejabat politik utama Tentara Pembebasan Rakyat atau People’s Liberation Army’s (PLA) dan duduk di Komisi Militer Pusat yang beranggotakan enam orang, badan komando tertinggi tentara yang dipimpin oleh Presiden Xi Jinping.Dua menteri pertahanan Tiongkok sebelumnya, Li Shangfu dan Wei Fenghe, juga dikeluarkan dari Partai Komunis pada bulan Juni karena korupsi.Kasus Li, khususnya, terkait dengan pengadaan peralatan militer yang korup.Banyak dari mereka yang digulingkan sebelumnya terkait dengan Pasukan Roket PLA – sayap elit PLA yang mengawasi rudal konvensional dan nuklir tercanggihnya.Para analis mengatakan bahwa mengungkap korupsi yang sudah mengakar dapat memakan waktu dan berpotensi memperlambat rencana modernisasi militer Xi yang sudah berjalan lama.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Dibayangi Eskalasi Geopolitik, 10 Agustus 2026
    Preview komentar:
    Fluktuasi nilai tukar Rupiah yang rentan terhadap kebijakan ...
  • Logistik Hijau Dinilai Kunci Menangkan Persaingan Industri
    Preview komentar:
    Inisiatif mulia dari Kementerian Kehutanan terkait optimalisasi rute ...
  • ESDM: Efisiensi Energi Bisa Pangkas 37 Persen Emisi Sektor Energi, Industri Makin Untung
    Preview komentar:
    Langkah proaktif pemerintah melalui program percontohan SETI ini ...
Luar Negeri
Kolombia Digoyang Gempa M 7...

Gempa Bumi Magnitude 7,4 Guncang Kolombia Sedikitnya 20 Orang Tewas

59 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Gempa Bumi Magnitude 7,4 Gu...
Prabowo Ajukan Destry Damayanti Jadi Gubernur BI, Namanya Tunggal ke DPR

Prabowo Ajukan Destry Damayanti Jadi Gubernur BI, Namanya Tunggal ke DPR

10 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.