Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

EU Minta Dilibatkan Merancang Arsitektur Baru Keamanan Kawasan

📅 Selasa, 18 Feb 2025, 01:00 WIB | Oleh:
EU Minta Dilibatkan Merancang Arsitektur Baru Keamanan Kawasan Doc: antara
Ket. Uni Eropa (EU)

Moskow - Uni Eropa (EU) menyatakan keinginannya untuk dilibatkan dalam perundingan dengan Russia mengenai konflik di Ukraina dan perancangan arsitektur baru keamanan kawasan, kata Presiden Dewan Eropa, Antonio Costa, 

"Jika Trump benar-benar ingin agar Eropa mengambil tanggung jawab lebih besar atas keamanannya sendiri, maka sudah sepatutnya Eropa menjadi aktor utama dalam merancang arsitektur keamanan baru," kata Costa pad Minggu (16/2).

Seperti dikutip dari Antara, Costa menegaskan, perundingan keamanan yang diusulkan harus mempertimbangkan Russia sebagai "ancaman global, bukan hanya ancaman bagi Ukraina."

Sejumlah negara anggota EU menilai bahwa keterlibatan blok ini dalam merancang kebijakan keamanan kawasan bukan hanya penting untuk kepentingan Eropa sendiri, tetapi juga untuk menjaga keseimbangan kekuatan global. Dengan meningkatnya ketergantungan antarnegara dalam bidang ekonomi, energi, dan teknologi, EU berupaya memperkuat diplomasi keamanan yang lebih strategis.

Sementara itu, Presiden Russia Vladimir Putin dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melakukan percakapan via telepon pada Rabu lalu.

Mereka membahas pertukaran warga negara antara Russia dan AS, dan penyelesaian konflik di Ukraina. Trump mengusulkan kemungkinan pertemuan langsung dengan Putin di Arab Saudi.

Menurut laporan surat kabar Russia, Kommersant, perwakilan Russia dan AS dijadwalkan menggelar pembicaraan tentang Ukraina di Riyadh pada Selasa (17/2).

Delegasi AS diperkirakan akan mencakup Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Penasihat Keamanan Nasional AS Mike Waltz, dan Utusan Khusus untuk Timur Tengah Steve Witkoff.

Di kesempatan lain, Kanselir Jerman Olaf Scholz menegaskan bahwa negara-negara Eropa tidak akan mendukung proses perdamaian yang mengecualikan Kiev atau yang mengharuskan Ukraina untuk melakukan demiliterisasi.

"Ukraina harus tetap menjadi negara demokratis dan berdaulat, tidak ada keputusan yang boleh diambil tanpa melibatkan mereka. Kami, sebagai orang Eropa, tidak akan membiarkan hal itu terjadi," ujar Scholz dalam debat televisi yang berlangsung sengit dengan para lawan politiknya menjelang pemilu pada 23 Februari.

Scholz juga memastikan bahwa Presiden Prancis Emmanuel Macron akan menjadi tuan rumah pertemuan para pemimpin Eropa di Paris pada Senin (17/2) untuk membahas perkembangan terbaru dan rencana perundingan antara AS dan Russia mengenai Ukraina.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Merugi, Pemkab Kudus Serahkan Pengelolaan Taman Krida Wisata ke Swasta
    Preview komentar:
    Pemberian masa tenggang atau grace period selama tiga ...
  • Berpotensi Melemah Terbatas, 13 Agustus 2026
    Preview komentar:
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai pergerakan Rupiah hari ...
  • Microchip Perbarui Ethernet Sensor Bridge untuk Perkuat Konektivitas Edge AI
    Preview komentar:
    Penyusutan dimensi perangkat hingga 60 persen yang dipadukan ...
Advertisement
injourney
Advertisement
asd
Advertisement
astra
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile

Daerah Diminta Siapkan Anggaran untuk Menangani Penyakit TBC

53 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Nasional
Daerah Diminta Siapkan Angg...
Luar Negeri
Salah Satu PM yang Pernah A...
Luar Negeri
Putin Kunjungi Kepulauan Ku...

Selesaikan Persoalan LRT City, Danantara Panggil Adhi Karya

1.5 jam yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Megapolitan
Selesaikan Persoalan LRT Ci...
Advertisement
astra
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Wah… Menyedihkan dan juga Memalukan, Pebulu Tangkis Indonesia Diselidiki BWF Diduga Jual Angka   

Wah… Menyedihkan dan juga Memalukan, Pebulu Tangkis Indonesia Diselidiki BWF Diduga Jual Angka  

13 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.