Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Makna Cokelat Valentine, Hubungannya dengan Krisis Kakao dan Krisis Iklim?

📅 Jumat, 14 Feb 2025, 13:33 WIB | Oleh:

Maka Indonesia tak bisa berleha-leha. Petani kakao di Sulawesi Tengah, yang merupakan penghasil kakao terbesar di Indonesia, tentu akan merasakan dampaknya.

Jika krisis ini dibiarkan, negeri ini bukan hanya akan melihat harga cokelat semakin mahal, tetapi juga kehilangan potensi ekspor yang bernilai miliaran rupiah. Lebih buruk lagi, nasib ratusan ribu petani kakao di Indonesia juga akan ikut terancam.

Policy Strategist CERAH,WicaksonoGitawan mengatakan bahwa dampak krisis iklim jika didiamkan akan berdampak negatif pada industri cokelat di Indonesia di masa depan.

Dia menambahkan, negara-negara global, termasuk Indonesia, harus mengambil langkah serius untuk menurunkan emisi gas rumah kaca, demi kelangsungan industri ini.

Apalagi selain berada dalam top 3 produsen cokelat global, Indonesia juga memiliki pasar cokelat nasional yang besar. Maka Wicaksono mendorong adanya aksi nyata Indonesia untuk menurunkan emisi, demi menjaga mata pencaharian petani dan produsen cokelat nasional serta berjalannya roda perekonomian.

Hal senada disampaikan Andy Soden, Direktur Operasi Kernow Chocolate yang membenarkan bahwa produksi kakao global empat tahun terakhir ini telah terdampak perubahan iklim ekstrem, seperti El Nino dan La Nina. Perubahan cuaca yang tak menentu selama siklus penanaman dan panen, telah secara drastis mengurangi produksi kakao.

Pasokan yang rendah dan permintaan global yang tinggi telah mendorong harga pasar kakao dari yang relatif stabil menjadi lebih dari 10.000 poundsterlingper ton. “Bagi produsen kecil seperti kami, ini bisa membuat kami gulung tikar dalam jangka panjang karena harga grosir untuk tahun 2025 hampir melampaui harga eceran kami pada 2023,” kata Soden.

Kondisi ini jelas perlu solusi karena ini bukan sekadar bicara tentang harga dan rantai pasok. Ini tentang bagaimana Indonesia sebagai bangsa merespons perubahan iklim dengan tindakan nyata.

Beberapa yang dapat dilakukan di antaranya, Indonesia harus lebih agresif dalam mengurangi emisi gas rumah kaca. Ini bukan hanya demi citra di forum-forum global, tetapi karena dampaknya langsung ke ekonomi nasional.

Jika produksi kakao terus terganggu, bangsa ini akan kehilangan lebih dari sekadar angka di neraca perdagangan. Ini berbicara tentang pekerjaan, kesejahteraan, dan ketahanan pangan nasional.

Kemudian, ia menegaskan kembali, adaptasi adalah kunci. Petani kakao di Indonesia perlu diberikan akses ke teknologi pertanian yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim.

Ini bisa berupa pengelolaan air yang lebih baik, penggunaan bibit yang lebih tahan terhadap suhu ekstrem, hingga sistem agroforestri yang lebih ramah lingkungan.

Selain itu, pembiayaan iklim harus lebih diarahkan pada sektor pertanian yang terdampak langsung. Petani kecil tidak bisa dibiarkan menghadapi badai ini sendirian, sementara industri besar dan negara-negara maju terus melaju tanpa konsekuensi yang setimpal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Luar Negeri
Inggris Hadapi Ancaman Rese...
Nasional
RI Butuh Lebih Banyak Wirau...

Anugerah Jurnalistik KWP 2026

14 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Anugerah Jurnalistik KWP 2026

Perwakilan ICRC Temui Aung San Suu Kyi

19 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Perwakilan ICRC Temui Aung ...
Olahraga
Kabar Gembira, Reno Salampe...
Luar Negeri
Tiongkok Waspadai Risiko Ke...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.