Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kebijakan Menyangkut Hajat Hidup Orang Banyak Harus Dikaji Matang

📅 Rabu, 05 Feb 2025, 01:10 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Kebijakan Menyangkut Hajat Hidup Orang Banyak Harus Dikaji Matang Doc: ANTARA/Irfan Sumanjaya
Ket. Pengecer Boleh Jual Lagi LPG 3 Kg - Pedagang toko kelontong menata tabung gas LPG 3 kg dagangannya di Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Selasa (4/2).

JAKARTA - Setelah kisruh di berbagai tempat akibat larangan bagi pengecer selain agen menjual gas/elpiji dengan berat tabung 3 kilogram (kg) atau yang dikenal dengan tabung melon, Pemerintah akhirnya mengizinkan kembali warung dan pengecer mendistribusikan langsung kepada masyarakat. 

Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (Presidential Communication Office/PCO) Hasan Nasbi dalam pernyataannya di Jakarta, Selasa (4/2) mengatakan dibolehkannya kembali pengecer berjualan gas/elpiji 3 kg untul memastikan masyarakat mudah mengakses dan menjangkau tabung tersebut.

“Hari ini para pengecer bisa kembali berjualan, agar tidak terjadi kesulitan akses elpiji di masyarakat,” kata Hasan.

Sebagai bagian dari upaya perlindungan konsumen, pemerintah mewajibkan para pengecer untuk mendaftarkan diri melalui aplikasi Merchant Apps Pangkalan (MAP), agar terdaftar sebagai subpangkalan resmi.

“Bersamaan dengan itu, para pengecer diminta mendaftarkan di aplikasi MAP agar terdaftar sebagai subpangkalan resmi,” katanya.

Langkah itu harap Hasan dapat menjaga kestabilan harga di tingkat konsumen serta memastikan distribusi elpiji 3 kg tepat sasaran.

Pertamina pun akan mendorong para pengecer untuk segera mendaftar sebagai subpangkalan resmi guna melindungi rakyat sebagai konsumen terakhir.

“Dengan terdaftar resmi di aplikasi MAP sebagai subpangkalan, maka harga di tingkat konsumen bisa terjaga. Begitu pula distribusi elpiji 3 kg bisa disalurkan ke tangan rakyat yang benar-benar berhak mendapatkannya,” kata Hasan.

Peneliti Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan (Pustek) Universitas Gadjah Mada (UGM), Hempri Suyatna, mengatakan pengambilan kebijakan harus didasarkan pada kajian yang matang dan komprehensif, bukan sekadar keputusan intuitif dari Kementerian ESDM.

“Kebijakan yang menyangkut hajat hidup orang banyak seharusnya melalui kajian mendalam, termasuk bagaimana pola komunikasi kepada Presiden agar tidak terjadi kebijakan yang simpang siur. Idealnya, distribusi LPG 3 kg perlu dievaluasi dengan lebih komprehensif,” kata Hempri kepada Koran Jakarta, Selasa (4/2).

Hempri menegaskan bahwa gas melon adalah simbol kebutuhan pokok bagi masyarakat kelas bawah. Kebijakan yang membatasi akses pengecer dinilai berisiko menimbulkan kelangkaan serta memberatkan ekonomi rumah tangga dan pelaku usaha kecil menengah (UMKM).

“Gas melon ini menyangkut banyak sektor, mulai dari rumah tangga hingga UMKM. Jika gas ini dihapus dari warung-warung atau pengecer kecil, tentu akan menyulitkan masyarakat yang selama ini mengandalkan pasokan dari jalur distribusi tersebut. Meskipun memang ada persoalan distribusi yang tidak tepat sasaran, keberadaannya harus tetap dipastikan bagi kelompok yang benar-benar membutuhkan,” jelasnya.

Dikaji Matang

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Putri Zulkifli Hasan, menyoroti kebijakan Pemerintah yang membatasi distribusi LPG 3 kg hanya melalui pangkalan tanpa melalui kajian yang matang, sehingga berakibat kisruh, bahkan menelan satu korban jiwa di Banten akibat kelelahan setelah antre panjang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.