Sindangkasih, Serunya River Tubing di Kota Domba
📅 Sabtu, 01 Feb 2025, 06:10 WIB | Oleh: Tim PenulisMereka keluarga tersebut dikenal sebagai penduduk pertama Desa Wisata Sindangkasih. Orang belanda yang melihat tempat ini pada sekitar 1860-an, kemudian tertarik dan membeli sebidang tanah milik Eyang Ardasan, tepatnya tanah di selatan Pasir Eurih, yakni Cimindi.
Karena keluarga Eyang Ardasan pun dikenal ramah, sehingga membuat orang Belanda betah dan tertarik untuk tinggal secara berdampingan dengan keluarga juragan tanah itu. Tidak lama kemudian, berdirilah perkampungan Belanda di Cimindi yang lambat berdiri gedung-gedung yang pada saat itu terbilang cukup mewah.
Selain mendirikan bangunan, orang-orang Belanda juga membuat sebuah penampungan air yang kini disebut “bunker air” guna memenuhi kehidupan sehari-hari. Pada 1920 Eyang Ardasan tutup usia namun keturunannya masih menetap di sana berdampingan dengan orang-orang Belanda.
Ketika Belanda menyerah kepada Jepang pada 1942 orang-orang Belanda meninggalkan Cimidi yang telah menjadi rumah kedua bagi mereka. Setelah itu Pasir Eurih pun menjadi tempat singgah para penjajah Jepang karena dianggap nyaman untuk ditempati.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di sini para penjajah Jepang tidak melakukan kekerasan kepada warga setempat dan hanya menduduki tanah bekas Belanda. Untuk pertahanan dari tentara Sekutu mereka membangun goa yang letaknya tidak jauh dari bunker Cimidi. Mereka juga berencana membuat lubang bawah tanah ini untuk menghubungkan Cimidi dan Cigangsa.
Harga tiket masuk Desa Wisata Sindangkasih Desa Wisata Sindangkasih dipatok 10.000 rupiah untuk orang dewasa dan 3.000 untuk anak-anak. Jam operasionalnya destinasi ini dibuka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB. hay
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!