Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sindangkasih, Serunya River Tubing di Kota Domba

📅 Sabtu, 01 Feb 2025, 06:10 WIB | Oleh: Tim Penulis

Sementara itu, bagi wisatawan yang ingin mencoba wahana river tubing, maka cukup membayar 35 ribu rupiah untuk dewasa dan 20 ribu rupiah untuk anak-anak. Mereka akan dibawa menyusuri sungai sepanjang 750 meter sedangkan khusus anak-anak rute hanya sepanjang 500 meter. Namun jika belum puas bisa menambah lagi dengan biaya 15.000 rupiah untuk dewasa dan 10.000 rupiah untuk anak-anak.

1738337212_5ee316116fe9f43cffad.jpg

Foto: Istimewa

Untuk keselamatan dan kegiatan ini menguntungkan bagi pengelola peserta minimalnya adalah lima orang maksimal sepuluh orang. Tujuannya agar petugas bisa mengawasi kegiatan ini dengan baik. Selain itu untuk menjauhkan dari musibah layanan river tubing tidak tersedia jika debit sungai sedang deras.

Desa wisata ini juga menyuguhkan pemandangan panorama alam yang epik berupa hamparan sawah terasering, lembah, dan juga hutan rindang, menciptakan kombinasi alam yang memukau. Di sini wisatawan dimanjakan dengan pemandangan alam dan fasilitas yang dimiliki.

Di sini juga terdapat banyak area menarik yang dibuat untuk berfoto. Ada banyak spot foto di Taman Bukit Noah, menjelajahi taman bunga, dan tepi aliran sungai yang biasanya digunakan untuk kegiatan river tubing.

Di sini pengunjung juga bisa berkebun, menangkap ikan dengan tangan kosong atau dikenal “ngagogo.” Kegiatan lainnya adalah trekking atau susur lembur, dan berkemah yang sering membuat wisatawan ketagihan dan tidak ingin pulang segera.

Bagi mereka yang ingin menikmati atau menyelami kehidupan masyarakat Sindangkasih lebih jauh lagi bisa bermalam. Warga menawarkan homestay dengan tarif sewa 100 rupiah atau bisa berkemah di tenda, untuk menyatu dengan kesejukan alam Garut.

Yang menarik lagi di sini tersedia berbagai kuliner khas Jawa Barat dari warung yang didirikan warga desa. Yang untuk tersedia menu Liwetan di atas daun adalah kegiatan makan bersama dalam satu tempat sambil menikmati hidangan yang sama.

Alang-alang 

Di titik yang sekarang menjadi lokasi wisata di Desa Wisata Sindangkasih dahulu hanyalah lahan kosong penuh alang-alang. Lahan dulunya pernah dihuni oleh keluarga pada sekitar tahun 1840-an. Saat itu, lahan bernama Pasir Eurih merupakan rumah dari seorang bapak bernama Eyang Ardasan, ibu bernama Ema Iyun.

1738336878_8e5cc0a9af8e50447903.jpg

Foto: ANTARA/Candra Yanuarsyah

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Masih Ditelusuri Jumlah Pas...
Olahraga
Akhirnya Randal Kolo Muani ...
Nasional
Sistem Pilkada Perlu Direfo...
Megapolitan
Wisatawan Mancanegara Ikut ...

Gawat Terus Bertambah! Jumlah Migran Tewas Saat Masuki Ceuta dari Maroko Capai 90 Orang

Gawat Terus Bertambah! Jumlah Migran Tewas Saat Masuki Ceuta dari Maroko Capai 90 Orang

02 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.