Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Warga Dihujani Abu Vulkanik Gunung Marapi

📅 Kamis, 23 Jan 2025, 16:25 WIB | Oleh:
Warga Dihujani Abu Vulkanik Gunung Marapi Doc: ANTARA/Muhammad Zulfikar
Ket. Arsip-warga bersiap menunaikan ibadah dengan latar erupsi Gunung Marapi di Kota Bukittinggi, Provinsi Sumatera Barat.

Padang -- Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Bukittinggi melaporkan erupsi Gunung Marapi yang berada di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), diiringi hujan abu vulkanik.

"Benar, terjadi erupsi Gunung Marapi pukul 19.29 WIB yang diiringi dengan hujan abu vulkanik," kata Petugas PGA Gunung Marapi Teguh saat dihubungi di Padang, Rabu.

Berdasarkan catatan PGA letusan Gunung Marapi dengan ketinggian 2.891 meter di atas permukaan laut (MDPL) tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 30,7 milimeter, dengan durasi sekitar 30 detik.

Sejumlah warga di Nagari Batu Palano, Kecamatan Sungai Pua, Kabupaten Agam juga melaporkan fenomena hujan abu vulkanik terjadi pascaletusan Gunung Marapi.

Sebelumnya pada pukul 11.07 WIB PGA setempat juga melaporkan erupsi Gunung Marapi namun ketinggian kolom abu tidak teramati karena tertutup kabut. Dari catatan seismogram letusan ini memiliki amplitudo maksimum 28,8 milimeter dengan durasi sekitar 25 detik.

Sehari sebelumnya, Selasa (21/1) masyarakat yang bermukim di sekitar Gunung Marapi dikejutkan dengan dentuman keras erupsi Gunung Marapi pukul 22.47 WIB. Namun, ketinggian kolom abu tidak tercatat karena gunung tersebut tertutup kabut.

Saat ini Gunung Marapi berada pada status Level II atau Waspada). PVMBG mengeluarkan sejumlah rekomendasi di antaranya masyarakat, pendaki atau pengunjung diminta tidak memasuki atau berkegiatan di dalam wilayah radius tiga kilometer dari pusat erupsi (Kawah Verbeek) Gunung Marapi.

Selain itu, PVMBG juga mengimbau masyarakat yang bermukim di sekitar lembah, aliran atau bantaran sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya lahar yang dapat terjadi terutama pada saat musim hujan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Olahraga
Piala Dunia, Tim-tim Favori...
PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.