Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Awas Lonjakan Demam Berdarah, Jaksel Berikan Peringatan Bagi Kecamatan dengan Kasus DBD Tertinggi

📅 Kamis, 23 Jan 2025, 00:18 WIB | Oleh: Tim Penulis
Awas Lonjakan Demam Berdarah, Jaksel Berikan Peringatan Bagi Kecamatan dengan Kasus DBD Tertinggi Doc: ANTARA/Sulthony Hasanuddin
Ket. Petugas kesehatan menyiapkan obat untuk pasien demam berdarah dengue (DBD) di RSUD Tamansari, Jakarta, Kamis (18/4/2024).

Jakarta - Suku Dinas Kesehatan Kota Administrasi Jakarta Selatan memberikan peringatan bagi kecamatan dengan kasus demam berdarah dengue (DBD) tertinggi di wilayahnya.

"Kami memberikan plakat merah sebagai teguran bagi kecamatan dengan kasus tertinggi," kata Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan Yudi Dimyati saat dihubungi di Jakarta, Rabu.

Yudi mengatakan pemberian plakat itu sebagai peringatan bagi camat untuk berbenah menekan tingginya angka kasus DBD dan kematian akibat penyakit yang ditularkan oleh nyamuk aedes aegypti tersebut.

Kemudian, ada juga pemberian bendera hitam sebagai teguran untuk kecamatan dengan kasus kematian.

Tindakan tegas ini dilakukan agar aparat kewilayahan dan masyarakat semakin terpacu untuk menjadikan wilayahnya bebas DBD dengan memiliki pola hidup yang bersih dan sehat (PHBS).

Adapun pengawasan kepada warga dan petugas di wilayah DBD tinggi itu dilakukan setiap bulan untuk dilakukan evaluasi.

Selain itu, ada juga pemberian penghargaan kepada kecamatan dengan kasus DBD terendah di Jakarta Selatan.

"Plakat hijau sebagai apresiasi untuk kecamatan dengan kasus terendah," ujarnya.

Sudin Kesehatan Jaksel juga fokus melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) untuk menekan kecamatan dengan kasus DBS tersebut.

Peningkatan kegiatan PSN menjadi dua kali dalam seminggu.

Berdasarkan data bersih kasus DBD per kecamatan hingga awal 2025, Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan menangani sebanyak 2.513 kasus.

Dengan urutan dari kasus DBD tertinggi yakni di Mampang Prapatan (322), Pasar Minggu (307), Jagakarsa (291), Kebayoran Baru (275), Kebayoran Lama (275), Pesanggrahan (252), Setiabudi (250), Tebet (189), Pancoran (184), dan Cilandak (168).

Sedangkan untuk penanganan kasus DBD di DKI Jakarta mencapai 13.287 kasus dengan tertinggi berada di Jakarta Barat, yakni 3.730 hingga awal 2025.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
Advertisement
jjroyal-luwak
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Polusi Udara Jakarta Tembus...
Olahraga
KONI: Kejurnas Gateball 202...
Nasional
BMKG Waspadai Munculnya Sik...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Seluruh Penumpang KMP Batumandi Berhasil Dievakuasi

Seluruh Penumpang KMP Batumandi Berhasil Dievakuasi

20 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.