Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Warga Diminta Mewaspadai Awan Panas Guguran Gunung Karangetang

📅 Selasa, 21 Jan 2025, 00:12 WIB | Oleh: Tim Penulis
Warga Diminta Mewaspadai Awan Panas Guguran Gunung Karangetang Doc: ANTARA/ Karel A Polakitan
Ket. Badan Geologi berharap warga mewaspadai awan panas guguran Gunung Karangetang, di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara.

Manado - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berharap warga mewaspadai awan panas guguran Gunung Karangetang, di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara.

"Kubah lava lama masih ada di puncak yang sewaktu-waktu dapat rubuh bersamaan dengan keluarnya lava," kata Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid AN dalam laporan yang diterima di Manado, Senin.

Muhammad Wafid dalam laporan aktivitas Gunung Karangetang periode 1-15 Januari 2025 yang dibagikan dalam grup percakapan 'Info Gunung Api Sitaro' mengatakan, karakteristik awan panas guguran Gunung Karangetang terjadi dari penumpukan material lava yang gugur/longsor, serta kejadian lahar di waktu hujan di puncak.

Potensi bahaya Gunung Karangetang yaitu akumulasi material hasil erupsi efusif yang berada di lembah lembah jalur luncuran/guguran lava pijar menjadi guguran lava ke bagian hilir.

Karena itu diharapkan kewaspadaan masyarakat yang tinggal di sekitarnya serta masyarakat yang akan melintasi lembah/sungai tersebut.

Dalam laporan tersebut juga disebutkan kondisi visual tidak teramati adanya kejadian guguran/erupsi efusif, tinggi asap maksimum mencapai 150 meter di atas puncak.

Dari seismisitas jenis gempa vulkanik dalam terekam masih tinggi selama minggu ini, hal ini diindikasikan terjadinya akumulasi magma pada bagian dalam yang mungkin akan bergerak ke bagian dangkal bahkan ke permukaan, sedangkan gempa lainnya juga mengalami peningkatan namun tidak signifikan.

Kegempaan selama periode 1 - 15 Januari 2025 terekam sebanyak 66 kali gempa embusan, satu kali gempa tornillo, 29 kali gempa hybrid/fase banyak, 30 kali gempa vulkanik dangkal, 77 kali gempa vulkanik dalam, enam kali gempa tektonik lokal dan 170 kali gempa tektonik jauh serta tiga kali tremor menerus.

Kementerian ESDM telah menurunkan status Karangetang dari siaga level III menjadi waspada level II sejak 12 Januari 2023.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
PBB Peringatkan Dampak Luas...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Laga Uji Coba: Spanyol Diimbangi Irak 1-1 Jelang Piala Dunia 2026

Laga Uji Coba: Spanyol Diimbangi Irak 1-1 Jelang Piala Dunia 2026

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.