Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Trump Beri TikTok Masa Tenggang 75 Hari

📅 Selasa, 21 Jan 2025, 09:32 WIB | Oleh:
Trump Beri TikTok Masa Tenggang 75 Hari Doc: CNA
Ket. Logo TikTok.

WASHINGTON - Presiden AS yang baru dilantik Donald Trump memerintahkan penghentian sementara selama 75 hari dalam menegakkan hukum yang secara efektif akan melarang TikTok, menandai salah satu tindakan pertamanya selama menjabat.

Perintah eksekutif tersebut menunda penerapan Undang-Undang Melindungi Warga Amerika dari Aplikasi yang Dikendalikan Musuh Asing, yang mulai berlaku pada tanggal 19 Januari dan akan melarang distribusi dan pembaruan TikTok di Amerika Serikat.

Trump telah berjanji bergerak cepat untuk menyelamatkan TikTok dari undang-undang yang disahkan dengan suara mayoritas oleh Kongres dan ditandatangani oleh presiden Joe Biden tahun lalu.

"Saya rasa saya punya ketertarikan pada TikTok yang sebelumnya tidak saya miliki, tetapi saya menggunakan TikTok dan saya memenangkan hati kaum muda," kata Trump saat menandatangani perintah tersebut. Ia memuji aplikasi tersebut karena memberinya suara kaum muda dalam pilpres lalu.

UU pelarangan TikTok disahkan karena adanya kekhawatiran bahwa pemerintah Tiongkok dapat mengeksploitasi aplikasi tersebut untuk memata-matai warga Amerika atau secara diam-diam memengaruhi opini publik AS melalui pengumpulan data dan manipulasi konten.

TikTok ditutup di Amerika Serikat pada Sabtu (18/1) malam karena tenggat waktu telah lewat, menyebabkan jutaan pengguna kecewa dan tidak dapat mengakses aplikasi tersebut.

Trump berjanji akan mengeluarkan perintah eksekutif segera setelah ia menjabat untuk menunda larangan tersebut guna memberikan waktu untuk "membuat kesepakatan."

TikTok memulihkan layanannya di Amerika Serikat pada hari Minggu (19/1) dan memuji Trump karena memungkinkan pembatalan tersebut, meskipun pemerintahan Biden yang akan berakhir masa jabatannya sebelumnya mengatakan bahwa mereka tidak akan memberlakukan larangan apa pun. 

Berdasarkan perintah tersebut, jaksa agung harus mengeluarkan panduan yang menerapkan jeda tersebut, dan mengirim surat kepada penyedia layanan untuk mengonfirmasi bahwa mereka tidak akan menghadapi tanggung jawab karena terus menyelenggarakan atau memperbarui TikTok selama periode ini.

Klarifikasi ini penting bagi perusahaan seperti Apple dan Google, yang jika tidak demikian akan diharuskan menghapus TikTok dari toko aplikasi mereka dan memblokir pembaruan, serta menghadapi denda hingga $5.000 per pengguna jika aplikasi tersebut diakses. 

Oracle, yang menjadi tuan rumah server TikTok di AS, juga secara hukum berkewajiban untuk menegakkan larangan tersebut.

Jeda 75 hari tersebut dimaksudkan untuk memberi waktu bagi pemerintahan baru untuk "mengejar resolusi yang melindungi keamanan nasional sekaligus menyelamatkan platform yang digunakan oleh 170 juta warga Amerika," menurut perintah tersebut. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Microchip Perbarui Ethernet Sensor Bridge untuk Perkuat Konektivitas Edge AI
    Preview komentar:
    Penyusutan dimensi perangkat hingga 60 persen yang dipadukan ...
  • Kartu Transportasi Bersubsidi Bocor, DPRD DKI Minta Data Diperketat
    Preview komentar:
    Membaca sorotan DPRD DKI mengenai kebocoran kartu transportasi ...
  • XLSMART Berhasil Raih Kinerja Solid Semester I 2026.
    Preview komentar:
    Keberhasilan XLSMART dalam memperluas cakupan 5G hingga 52 ...
Advertisement
injourney
Advertisement
asd
Advertisement
astra
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Advertisement
astra
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Mengenal Arti Rebo Wekasan, Tradisi Tolak Bala Hari Rabu Terakhir Bulan Safar

Mengenal Arti Rebo Wekasan, Tradisi Tolak Bala Hari Rabu Terakhir Bulan Safar

12 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.